Universitas Airlangga Official Website

Perilaku Swamedikasi pada Remaja Usia Sekolah

ilustrasi apoteker
Ilustrasi apoteker (Foto: Blog Apotek Digital)

Perilaku swamedikasi telah menjadi fenomena pada beberapa kalangan anak-anak dan remaja. Memang, pada usia anak-anak dan remaja, mereka masih memerlukan pendampingan orang tua atau tenaga kesehatan karena pengetahuan mereka yang terbatas mengenai swamedikasi. Apabila dilakukan dengan tidak tepat, hal ini dapat menyebabkan terapi obat yang tidak tepat atau toksisitas obat dan tentunya akan menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari FF UNAIR ditujukan untuk mengetahui bagaimana perilaku swamedikasi pada anak-anak dan remaja usia sekolah. Penelitian ini dirancang sebagai cross-sectional di mana data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner. Terdapat 195 siswa yang menjadi responden dalam penelitian ini, terdiri dari siswa SDN Keputih-245, SMPN 19 Surabaya, dan SMAN 11 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja usia sekolah tersebut telah mengenal swamedikasi dimana sumber utama informasi mengenai hal tersebut adalah keluarga. Meskipun sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka selalu berkomunikasi dengan orang tua atau dokter; Namun, masih ditemukan fakta bahwa beberapa responden tidak mengkomunikasikan swamedikasi tersebut kepada orang tua atau dokter mereka. Terlebih lagi, beberapa responden beranggapan bahwa bahwa perilaku swamedikasi aman-aman saja. Oleh karena itu, peran apoteker sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi yang tepat terkait informasi obat dan swamedikasi untuk siswa usia sekolah.

Penulis: Andang M.

Sumber:

Mufarrihah, M., Yuda, A., Paramanandana, A., Retnowati, D., Cahyani, D. M., Sari, R., … & Miatmoko, A. (2023). Self-medication Profiles In School-age Adolescents In Surabaya City, Indonesia. J Public Health Afr. https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2530