Universitas Airlangga Official Website

Peringati Dies Natalis ke-43, Fakultas Psikologi UNAIR Perkuat Kolaborasi Alumni

Para alumni hadiri acara employer gathering dalam rangka Dies Natalis Pendidikan Psikologi ke-43 (Foto: HUMAS Fakultas Psikologi UNAIR).
Para alumni hadiri acara employer gathering dalam rangka Dies Natalis Pendidikan Psikologi ke-43 (Foto: HUMAS Fakultas Psikologi UNAIR).

UNAIR NEWS – Dalam rangka Dies Natalis Pendidikan Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) ke-43, Fakultas Psikologi (FPsi) UNAIR gelar Alumni dan Employer Gathering. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Budaya Kerja Inovatif: Menghadapi Tantangan SDM di Era Digital”. Bertempat di Hotel Harris Gubeng Surabaya pada Sabtu (7/2/2026).

Dalam acara itu, turut hadir Dekan dan jajaran Wakil Dekan Fakultas Psikologi, para dosen, alumni, serta Ketua Pusat Pengembangan Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) UNAIR. Forum tersebut juga menjadi ruang temu antara institusi pendidikan dengan alumni dan mitra dunia kerja untuk membahas isu strategis terkait pengelolaan sumber daya manusia di era digital.

Libatkan Peran Alumni

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dies Natalis Pendidikan Psikologi ke-43, Lantip Muhammad Dewabrata SPsi MSi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan yang telah terjalin sekaligus menegaskan peran alumni sebagai representasi relevansi keilmuan psikologi dalam praktik profesional,” ujarnya.

Dr Dewi Retno Suminar Dra MSi Psikolog. Dekan Fakultas Psikologi UNAIR memberi sambutan sekaligus welcoming speech dalam temu alumni (Foto: HUMAS Fakultas Psikologi UNAIR).

Selain itu, Dekan Fakultas Psikologi UNAIR, Dr Dewi Retno Suminar Dra MSi Psikolog juga menyampaikan sambutan sekaligus welcoming speech. Ia menjabarkan terkait perkembangan Fakultas Psikologi UNAIR, termasuk capaian fakultas di tingkat nasional dan internasional serta penguatan kerja sama global. Lebih lanjut, ia mengajak para alumni untuk terus bersinergi melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik maupun berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa.

Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pemaparan Employer Reputation (ER) oleh Ketua PKKA UNAIR, Prof Dr Nisful Laila SE MComm. Ia turut menekankan bahwa alumni merupakan cerminan nilai universitas di tengah masyarakat. “Tanggung jawab perguruan tinggi tidak berhenti pada proses mengajar dan meluluskan mahasiswanya, tetapi juga memastikan alumni kita mampu bertahan dan mandiri secara ekonomi,” jelasnya. Menurut Prof Nisful, PKKA mesti berperan dalam mendampingi alumni melalui berbagai layanan persiapan karier dan penguatan employability.

Memaknai Resiliensi 

Temu alumni pun semakin hangat dengan adanya sesi talkshow. Topik hadir adalah “Psychology at Work: Membangun Tim yang Resilien dan Berkinerja Tinggi”. Abraham Ditya Wardhana SPsi kali ini menjadi pemateri mewakili alumni, ia merupakan Co-Founder dan COO Titik Koma. Dalam pemaparannya, Adit membagikan pengalamannya dalam mengelola sumber daya manusia pada bisnis coffee shop miliknya.

Adit lantas mengungkap bahwa kemampuan resilien nyatanya berperan dalam proses perjalanan bisnisnya. “Bagi kami, resilien itu bukan soal kuat dimarahi, lembur, atau ditekan, tetapi tetap bisa berjalan meski hidup tidak selalu menyenangkan,” ungkapnya. Ia memaparkan pendekatan people system yang ia terapkan di perusahaannya melalui penanaman nilai peace, joy, dan growth, serta pentingnya memastikan faktor keamanan dan dukungan kerja sebelum menuntut kinerja tinggi dari karyawan.

Prinsip Strategis HR

Adapun talkshow kedua menghadirkan Dr Ferry Wirawan Tedja MPsi Psikolog, yang juga alumni sekaligus Founder dan CEO Samahita Wirotama. Dr Ferry membahas mengenai peran HR sudah seharusnya menjadi aktor utama dalam membangun kapabilitas organisasi. 

“HR strategis adalah tentang sejauh mana kita menjadi arsitek membangun sumber daya manusia,” ujarnya. Ia lalu menekankan tiga prinsip, yakni alignment, pembangunan kapabilitas, serta kewenangan yang lahir dari kebijakan dan inisiatif yang berdampak.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto