Universitas Airlangga Official Website

Peringati Nuzulul Qur’an, Asrama UNAIR Soroti Al-Qur’an sebagai Kompas Intelektual dan Moral

Prof Imron Mawardi SE MSi selaku narasumber dan Dr Joni Haryanto sebagai moderator. (Foto: Istimewa)
Prof Imron Mawardi SE MSi selaku narasumber dan Dr Joni Haryanto sebagai moderator. (Foto: Istimewa)

UNAIRNEWS – Dalam memperingati Nuzulul Qur’an, Pusat Asrama Mahasiswa UNAIR  mengadakan Kajian Ramadan yang berlangsung di Asrama Putri Kampus C UNAIR pada Kamis (5/3/2026). Kajian yang mengusung tema tentang Pentingnya Al-Qur’an sebagai Kompas Intelektual dan Moral menghadirkan Prof Imron Mawardi SE MSi selaku narasumber dan Dr Joni Haryanto sebagai moderator.

Kajian diawali dengan tilawah dari salah satu mahasiswa penghuni asrama putri oleh Lathifa Drupadi. Prof Imron menyampaikan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengingat Allah, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya. “Ingatlah kepada Allah maka dirimu akan tenang,” ujar Imron.  

Prof Imron menjelaskan bahwa memahami makna dan gaya bahasa Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri. Al-Qur’an menjadi tolak ukur suatu kebenaran dan sumber pengetahuan. Al-Quran menjelaskan proses penciptaan manusia secara rinci dan mengatur etika serta hukum islam. Tidak hanya ilmu, melainkan juga ajaran yang sifatnya akhlak dan moral di kehidupan. 

“Terlebih lagi saat ini akhlak selain ditentukan Al-Quran, juga dipengaruhi oleh budaya,” ujar Imron.   

Ia menilai arus globalisasi membawa budaya asing yang memunculkan tren yang tidak selaras dengan ajaran Al-Qur’an, salah satunya dalam gaya berpakaian. Contohnya adalah tren berpakaian zaman kurang beradab seperti pakaian yang memperlihatkan aurat wanita maupun pria. 

“Berpakaian yang baik untuk laki-laki harus mengenakan celana panjang karena auratnya dari pusar hingga lutut. Begitu pula perempuan mengenakan pakaian yang menutupi aurat seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan,” jelasnya. 

Selain itu, Prof Imron menuturkan bahwa membaca Al-Qur’an juga merupakan bentuk doa sekaligus sarana komunikasi dengan Allah. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 186 yang menegaskan bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Ia juga menyebut membaca Al-Qur’an dapat menjadi penawar hati.

Di akhir kajian, Prof Imron mengimbau umat Islam untuk senantiasa membaca, mentadaburi, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Fauziah Kandela 

Editor : Khefti Al Mawalia