Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Pascasarjana FKM UNAIR Beri Layanan Kesehatan di Pulau Terpencil Maluku

Asriani yang tergabung dalam tim kegiatan Bakti Kesehatan Masyarakat di Desa Selamon, Kabupaten Maluku Tengah. (Foto: Narasumber)
Asriani yang tergabung dalam tim kegiatan Bakti Kesehatan Masyarakat di Desa Selamon, Kabupaten Maluku Tengah. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Menjalani pengabdian di daerah terpencil jadi pengalaman berharga ketika dalam masa perkuliahan. Itulah yang Asriani Muflihah rasakan, mahasiswa S2 Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR). Ia bergabung dalam program volunteer Yayasan Bakti Berkarya untuk Bangsa (BARAKARSA) Indonesia pada (17/1/2026) hingga (30/1/2026). 

Bersama 30 relawan dari berbagai latar belakang, ia terjun ke Desa Selamon, Kabupaten Maluku Tengah. Ia menjalankan program pengabdian masyarakat yang fokus pada kesehatan dan lingkungan. Asriani mengungkapkan, ia tergabung dalam Divisi Kesehatan dan Lingkungan dan raih penghargaan sebagai volunteer terbaik di divisinya.

“Saya sebenarnya memang suka dengan kegiatan pengabdian masyarakat, apalagi sampai ke daerah terpencil di Indonesia. Karena saya melihat bahwa ternyata Indonesia seluas itu, dan masih banyak masyarakat daerah pelosok yang masih terbatas terkait akses pendidikan dan kesehatan,” sebutnya. 

Bakti Kesehatan Masyarakat

Asriani menjelaskan ada program unggulan yang ia jalankan, salah satunya adalah Bakti Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Desa Selamon. Ia menyebutkan bahwa kegiatan turut melibatkan tenaga dokter dan didukung persediaan obat sesuai keluhan warga. 

“Jadi ada pengecekan kolesterol, gula darah, dan lainnya. Kebetulan di Divisi ini ada dari profesi dokter, dan juga sudah lengkap dengan berbagai obat untuk diberikan ke masyarakat sesuai dengan keluhan penyakitnya. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan hadirnya 80 warga yang memanfaatkan layanan tersebut” jelasnya. 

Asriani dan tim saat melaksanakan kegiatan CEMARA di Desa Selamon, Kabupaten Maluku Tengah. (Foto: Narasumber)

Tak hanya layanan kesehatan umum, Asriani dan tim juga menyasar kelompok remaja melalui program Cegah Anemia pada Remaja (CEMARA). “Kegiatan CEMARA ini dispesifikan kepada siswi SMPN 58 Maluku. Hal ini sebagai pemberian edukasi kepada anak remaja terkait anemia, terlebih perempuan memang rentan terkena anemia. Jadi hal tersebutlah sebaiknya mereka sudah tahu terkait anemia dan soal tablet penambah darah sejak dari dini, sebagai langkah preventif terkait anemia tersebut,” ungkapnya.

Penguatan Edukasi

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan bahwa hipertensi menjadi keluhan bagi mayoritas masyarakat Desa Selamon. “Hal ini tentu perlu menjadi perhatian, terlebih Desa Selamon merupakan wilayah pesisir yang pola konsumsinya cukup erat dengan makanan tinggi garam seperti ikan asin atau hasil laut yang diawetkan,” ujarnya. 

Menurutnya, penguatan edukasi pola hidup sehat, terutama pengurangan konsumsi garam, peningkatan asupan sayur dan buah, serta aktivitas fisik rutin. “Pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas menjadi sangat penting agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatannya secara berkelanjutan,” tutupnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto