UNAIR NEWS – Sosok Dr M Hadi Wawan Guntoro SSTP MSi CIPA Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Jawa Timur, membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal batas waktu. Alumni Magister dan Doktoral Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) ini menceritakan perjalanan panjangnya dari masa kuliah hingga kini mengemban amanah sebagai birokrat.
“Saya cukup lama di S2, mulai 2006 hingga 2008. Saat itu mahasiswa PSDM belum banyak, cuma delapan orang. Tapi justru di situlah kedekatan dan semangat belajar kami terbangun,” kenang Hadi dengan tawa ringan.
Perjalanan Pembentukan Karakter
Ia juga menceritakan bagaimana perjuangan menempuh pendidikan S3 di tengah pandemi COVID-19. “Kuliah kami sempat vakum dua tahun, kampus sepi, semua serba daring. Tapi alhamdulillah, dosen-dosen sabar sekali membimbing. Prof Fendy bahkan yang mengumpulkan kami lagi untuk menata ulang kuliah,” ujarnya.
Bagi Hadi, kuliah di UNAIR bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi juga perjalanan pembentukan karakter. Ia memilih Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) karena ingin memperdalam pengetahuan tentang cara mengelola manusia dan organisasi secara efektif.
Pemahaman tersebut kemudian terbukti relevan ketika ia sempat menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda), berlanjut di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan kemudian menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur. Selama menjabat, teori yang ia pelajari selama kuliah dapat langsung ia terapkan dalam praktik birokrasi sehari-hari.
Ilmu PSDM sebagai Bekal di Dunia Birokrasi
Saat memimpin Satpol PP, Hadi berhasil membangun sistem pembinaan SDM berbasis riset dan digitalisasi. “Saya survey, ternyata 60 persen anggota Satpol PP tidak punya dasar bela diri. Dari situ kami latih, kami buat sistem informasi, bahkan saya kembangkan KASANDRA yakni kamus penegakan perda agar mereka tahu persis dasar hukum setiap pelaksanaan di lapangan,” terang Hadi.
Selain itu, inovasinya seperti Si Bekisar Jatim dan Si Jalin Maja (Sistem Integrasi Jaga Lindungi Masyarakat Jawa Timur) kini mendapatkan pengakuan sebagai platform unggulan Pemprov Jatim. “Semua itu terinspirasi dari bekal akademik di UNAIR. Teori-teori PSDM saya ubah jadi praktik nyata di lapangan,” tambahnya.
Prinsip Hidup dan Pesan untuk Generasi Muda
Ketika ditanya prinsip hidupnya, Hadi menjawab dengan mantap. “Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Kita boleh punya panutan, tapi jangan meniru. Pegang aturan, lakukan yang terbaik, dan terus belajar,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak terburu-buru. “Nikmati proses kuliahmu, kenali diri, jangan takut keluar dari zona nyaman. Untuk para alumni, mari terus berkolaborasi dan berkontribusi bersama menciptakan sesuatu yang sekiranya bisa kita kontribusikan kepada masyarakat banyak,” pungkasnya.
Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra
Editor: Yulia Rohmawati





