Universitas Airlangga Official Website

Perkuat Ekosistem Startup Kampus, ATAVI Kembali Buka Program Inkubasi Bisnis 2026 untuk Sivitas UNAIR

Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MScIBF PhD selaku Koordinator Inkubator Bisnis ATAVI memberi dan Dillon Arie Lesmana memberi penjelasan proses rekrutmen startup bagi sivitas UNAIR (Foto: ATAVI UNAIR).
Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MScIBF PhD selaku Koordinator Inkubator Bisnis ATAVI memberi dan Dillon Arie Lesmana memberi penjelasan proses rekrutmen startup bagi sivitas UNAIR (Foto: ATAVI UNAIR).

UNAIR NEWS – Upaya memperkuat ekosistem startup kampus kembali terwujud melalui gelar Sosialisasi Inkubator Bisnis Airlangga Startup and Innovation (ATAVI) 2026. Kegiatan yang terselenggara oleh Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) ini terlaksana guna mendukung visi Universitas Airlangga (UNAIR) menuju World Class Entrepreneurial University. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (13/2/2026) di Ruang 301, Gedung Kahuripan Lantai 3, Kampus MERR-C UNAIR. 

Kegiatan itu memberi pemahaman komprehensif terkait program inkubasi bisnis ATAVI. Terlebih, membuka peluang rekrutmen bagi startup yang siap untuk mendapat pengembangan. Sosialisasi ini menyasar mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni UNAIR yang telah memiliki rintisan usaha dan ingin meningkatkan skala bisnisnya.

Dorong Hilirisasi Riset 

Koordinator Inkubator Bisnis ATAVI, Ahmad Fadlur Rahman Bayuny SEI MScIBF PhD, menjelaskan bahwa inkubator ini merupakan amanah langsung dari Rektor UNAIR. “Inkubator bisnis ini untuk menginkubasi semua perusahaan startup, baik dari mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, maupun alumni. Tujuannya supaya para pengusaha dari kalangan sivitas UNAIR dapat survive agar lebih tinggi kemungkinan tumbuhnya,” ujar Bayu. 

Tak hanya fokus pada bisnis mahasiswa, ATAVI juga mendorong komersialisasi hasil riset dosen. Bayu menyoroti bahwa banyak penelitian yang sebenarnya potensial dan masyarakat butuhkan, tetapi belum mendapat ruang untuk bisa tumbuh menjadi produk siap jual.

“Banyak riset dari dosen-dosen kita yang hasilnya hanya ada di paper. Padahal, potensinya besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Di sinilah inkubator hadir untuk mendorong proses hilirisasi inovasi,” jelasnya.

Proses Rekrutmen ATAVI

Dalam proses rekrutmen, inkubator bisnis ATAVI mensyaratkan pendaftar telah memiliki produk dan usaha yang berjalan minimal tiga bulan. Tahap seleksi nantinya meliputi administrasi, penilaian substantif, hingga presentasi usaha. “Selama enam bulan masa inkubasi, pendaftar yang memenuhi kriteria akan mendapat pendampingan materi, mentoring, evaluasi berkala. Selain itu, penugasan untuk mengukur progres dan komitmen bisnis,” sambung Bayu. 

Tak hanya pendampingan, ATAVI, kata Bayu, juga memfasilitasi bootcamp bisnis, business matching tingkat regional hingga nasional, kesempatan mengikuti expo, serta dukungan dalam proses legalitas usaha dan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Terhitung sepanjang 2025, ATAVI telah mendukung 286 startup binaan. Startup tersebut mayoritas dari mahasiswa yang usahanya telah berjalan dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Legalitas dalam Bisnis

Acara kemudian berlanjut dengan sesi diskusi untuk mendapatkan perspektif langsung dari Dillon Arie Lesmana pendiri Jayanira Coffee Studio. Dillon membagikan pengalamannya sebagai alumni dalam membangun usaha kopi binaan ATAVI. 

Ia menekankan pentingnya legalitas dalam menjalankan bisnis, termasuk ketika bekerja sama dengan lembaga atau mitra profesional. “Kalau kita yakin produk kita membawa kebermanfaatan dan dampak, maka kita juga harus menyiapkan fondasi bisnisnya dengan baik, termasuk legalitasnya,” ungkap Dillon. 

Pada akhir, ia mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan soft skills dan hard skills, meski latar belakang keilmuan tidak selalu linier dengan bidang usaha. “Semangat belajar, berani coba, dan konsisten kunci dalam membangun bisnis yang bertahan,” pungkas Dillon. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto