Universitas Airlangga Official Website

Perspektif Jejaring pada Psikopatologi

Ilustrasi penderita gangguan mental

Psikopatologi adalah gangguan psikologis atau gangguan mental yang ditandai oleh gangguan proses berpikir (kognitif), gangguan emosional, gangguan perilaku atau terganggunya fungsi-fungsi mental individu. Psikopatologi juga dapat diartikan sebagai bidang kajian yang meneliti sebab-sebab, pola dan bentuk gangguan mental. 

Psikopatologi tradisional dalam kurun yang lama mengenal pendekatan yang menjelaskan gangguan mental dari perspektif penyebab umum (common causes). Perspektif common causes (CC) menjelaskan kondisi psikopatologi/gangguan mental sebagai satu gangguan yang disebabkan oleh kondisi gangguan mental yang lain dan gangguan mental penyebab ini bersifat tersembunyi dibalik gangguan mental yang tampak. Cara berpikir perspektif ini sama dengan cara berpikir medis dalam menjelaskan kondisi sakit fisik, dimana kondisi sakit dianggap disebabkan oleh kondisi sakit/gangguan pada bagian fisik/organ yang lain. Pendekatan ini dikritik karena tidak dapat menjelaskan secara meyakinkan dinamika simton gangguan mental yang beragam antar individu. Pendekatan ini juga dikritik karena sejauh ini penelitian yang berusaha menjelaskan simton gangguan mental dari perspektif gangguan mental lain yang tersembunyi atau kelainan genetik tidak mampu menjelaskan secara memuaskan hubungan sebab akibat antara gangguan mental tersembunyi atau gangguan genetik mampu menimbulkan gangguan mental yang tampak.

Kekurangan perspektif penyebab umum di atas yang menjadikan munculnya perspektif jejaring (network) atau analisis jejaring (network analysis) yang berusaha menjelaskan kondisi gangguan mental dengan cara yang lebih meyakinkan. Perspektif jejaring menjelaskan gangguan mental sebagai kondisi yang terbentuk dari dinamika simton gangguan mental yang memicu simton gangguan mental lain berikutnya. kondisi gangguan mental dengan demikian dilihat sebagai suatu sistem hubungan saling terkait atau sebab akibat antar simton (psychopathology as a dynamic system of causally related symptoms). Gangguan mental dengan demikian bukan satu kondisi yang disebabkan oleh gangguan mental lain yang tersembunyi atau gangguan genetis. Kondisi gangguan mental adalah kondisi dimana satu simton gangguan mental menimbulkan dan memperkuat munculnya simton gangguan mental yang lain secara dinamis.

Perbedaan perspektif penyebab umum dan perspektif jejaring juga terjadi dalam memandang keberadaan simton. Simton dalam perspektif penyebab umum dipandang muncul disebabkan oleh adanya simton gangguan yang tersembunyi dan bersifat gangguan/kelainan. Simton dalam perspektif jejaring dipandang muncul karena dipicu dan diperkuat kemungkinan munculnya oleh simton gangguan yang bersifat lebih kuat dan menjadi simton pertama yang kemudian memperkuat kemungkinan terjadinya simton berikutnya.

Perbedaan lain antara sebagai perspektif penyebab umum dan perspektif jejaring terletak pada bagaimana memperlakukan simton dalam proses menganalisis kondisi gangguan mental. Analisis yang menggunakan perspektif penyebab umum akan berusaha mencari simton laten yang dianggap sebagai simton yang menyebabkan munculnya simton yang tampak. Semakin banyak simton tampak akan mendorong upaya untuk menggali simton-simton lain yang dianggap tersembunyi. Semakin banyak simton tampak juga dianggap menjadi indikator kuat atau tidaknya simton tersembunyi. 

Perspektif jejaring dalam memandang dinamika simton gangguan mental tidak menganggap perlu mencari simton tersembunyi, namun berusaha mencari kaitan dan dinamika antar simton. Kaitan antar simton dilihat dari korelasi dan kekuatan hubungan antara simton dalam analisis jejaring. Kekhasan analisis jejaring dalam memandang simton ini merupakan keunggulan analisis jejaring dalam menganalisis kompleksitas gangguan mental. Perbedaan karakteristik simton gangguan mental yang  bersifat individual misalnya, langsung dapat dianalisis dengan mempolakan kaitan antara simton yang khas pada masing-masing individu. Hal yang sama dapat diterapkan dalam menjelaskan simton komorbid. Kita melalui analisis jejaring dapat mengetahui simton mana yang merupakan simton yang lebih kuat dibanding yang lain, sehingga dapat menyimpulkan simton mana yang memicu terjadinya simton yang lain. Kelebihan analisis jejaring tersebut menjadikan perspektif analisis jejaring dianggap lebih dapat menjelaskan perilaku gangguan mental.

Ambarini, T. K., Surjaningrum, E., & Chusairi, A. (2024). Theoretical approaches to psychopathology: Common cause approach vs. network approach. International Journal of Public Health Science, 13(1), 395-403.  

Artikel : Theoretical approaches to psychopathology: common cause approach vs. network approach

Link : https://doi.org/10.11591/ijphs.v13i1.23528