Universitas Airlangga Official Website

Perspektif Pembuat Kebijakan dalam Menanggapi Kebutuhan Kesehatan Mental Lansia

Foto by Halodoc

Masalah kesehatan jiwa pasca terjadinya bencana masih merupakan daerah yang terabaikan terutama bagi kelompok lanjut usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali perspektif pemangku kepentingan tentang manajemen pascabencana terkait dengan kebutuhan kesehatan mental lansia.

Studi kasus kualitatif ini dilakukan antara bulan Juni dan Oktober 2020. Para peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pembuat kebijakan yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana di tingkat nasional, provinsi, dan regional. Para pembuat kebijakan dipilih melalui purposive sampling. Analisis kebijakan dilakukan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Hasil disajikan berdasarkan aktor, konten, konteks, dan proses. Para aktor terlibat dalam kolaborasi lintas sektoral antara lembaga bencana, lembaga kesehatan, dan lembaga sosial. Konten yang dimaksud sebagian besar komprehensif; namun, kebijakan penanggulangan bencana tidak boleh mengabaikan penanganan kondisi kesehatan mental setelah peristiwa bencana. Konteksnya adalah kerentanan dan risiko lanjut usia dalam hal mengalami masalah fisik dan mental setelah bencana, yang harus dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan di Indonesia. Proses tersebut merupakan pengembangan kebijakan penanggulangan bencana, yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, politik, dan internasional.

Studi ini mengungkapkan bahwa pemangku kepentingan perlu memperhatikan masalah kesehatan mental lansia dalam kebijakan nasional dan daerah, terutama pada situasi pascabencana. Selain itu, stres pasca trauma dalam situasi pasca bencana harus dipertimbangkan untuk merumuskan kebijakan perawatan lanjut usia yang lebih baik.

Penulis: Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D

Jurnal: Policymakers’ perspectives on responding to the elderly’s mental health needs in post-disaster situations