Universitas Airlangga Official Website

Pertahankan Aktivitas Fisik Saat Pembelajaran Daring Guna Mencapai Status Gizi Optimal

Foto oleh Forbes

Pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020, sebagian besar negara-negara di berbagai belahan dunia terdampak dari adanya wabah virus Covid-19. Untuk mengatasi dan memutus rantai penyebaran penularan Covid-19 ini, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 Tahun 2020. Kebijakan ini berdampak langsung pada kegiatan seperti pembelajaran siswa di sekolah diharuskan beralih menggunakan metode pembelajaran daring sepenuhnya dari rumah.

Metode pembelajaran daring ini merupakan solusi terbaik disaat mobilitas dibatasi guna menekan angka penyebaran virus Covid-19, selain penggunaan masker, mencuci tangan, dan protokol kesehatan diri lainnya. Disatu sisi memiliki tujuan yang baik, kebijakan pembelajaran daring memperbesar kemungkinan terjadinya inaktivitas pada pelajar. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Utami tahun 2020, remaja mengalami penurunan aktivitas fisik akibat kecenderungan aktivitas terbatas seperti duduk >8 jam dalam sehari saat pembelajaran daring.

Data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyebutkan sekitar 31% individu pada usia 15 tahun ke atas termasuk dalam kategori tidak aktif secara fisik saat masa pandemi berlangsung. Sebuah studi cross sectional tahun 2021 pada 93 pelajar rentang usia 15-18 tahun di SMA Negeri 3 Balikpapan. Dilakukan penilaian aktivitas fisik dengan menggunakan instrumen dan kuesioner terstruktur. Pengukuran status gizi dilakukan dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, dinilai menurut Indeks Massa Tubuh menurut usia (IMT/U). Hasil studi menunjukkan hubungan yang signfikan antara aktivitas fisik dengan status gizi siswa.

Pada studi ini didapatkan 59,9% siswa memiliki aktivitas fisik yang kurang. Dapat disimpulkan pandemi dapat berpengaruh dan berdampak terhadap aktivitas fisik siswa. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian, apalagi kelompok usia pelajar didominasi oleh remaja, dimana pada fase ini merupakan tahap usia yang memiliki resiko terhadap masalah gizi dan masalah kesehatan lainnya. Diharapkan remaja atau siswa yang sedang menjalani sistem pembelajaran secara daring dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga pola aktivitas fisiknya dan memantau status gizi secara berkala, terutama pada masa pandemi seperti ini.

Penulis : Tiksna Setya Waratmaja, S.Gz; Farapti, dr., M.Gizi; dan Emyr Reisha Isaura, S.Gz., M.PH., Ph.D

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal).

https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/29219

Waratmaja, T. S., Farapti., Isaura E. R. Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal). 2022.17(3): 250–257. https://doi.org/10.204736/mgi.v17i3.250–257