UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menjalin hubungan kerja sama internasional dengan Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Rangkaian kegiatan kerja sama tersebut berupa student exchange. Melalui World University Association for Community Development (WUACD) UNAIR para mahasiswa UMT berkesempatan berkunjung ke kampus UNAIR di Surabaya dan Banyuwangi. Agenda kunjungan tersebut berlangsung dari tanggal 25 Oktober- 11 November 2023. Kegiatan penyambutan berlangsung di Hall Ternate, ASEEC Tower, Kampus B, UNAIR pada Kamis (26/10/2023).
Kegiatan bertajuk Student Exchange in Community Empowerment Activities tersebut juga melibatkan berbagai pihak. Turut hadir Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development UNAIR, Prof Dr Khatijah Binti Omar perwakilan dari UTM.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Airlangga Global Engagement (AGE) dan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Banyuwangi serta beberapa fakultas. Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR.
Ajak Explore Lebih Dalam
Prof Nyoman menyambut hangat kedatangan dosen dan mahasiswa UMT. Kunjungan tersebut juga menjadi salah satu kegiatan mempererat kerja sama yang sudah terjalin saat ini antara UNAIR dengan UMT. Pihaknya juga berharap kegiatan kali ini bisa memberikan pengalaman yang berkesan, khususnya dalam mengeksplorasi Surabaya dan Banyuwangi.
“Agenda yang telah kami susun tidak hanya campus visit namun juga kunjungan ke beberapa tempat wisata di Surabaya dan Banyuwangi. Tujuannya memberikan kesempatan explore lebih mendalam,” ujarnya.
Buka Peluang Kerja Sama Baru
Sementara itu, Prof Khatijah mewakili UMT mengapresiasi program student exchange yang telah UNAIR fasilitasi. Pihaknya menyambut kerja sama lain kedepannya dengan UNAIR baik di bidang riset penelitian, pendidikan, dan community development. Ke depan kerja sama UMT dan UNAIR diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami sangat membuka peluang kerja sama strategis antara UMT dan UNAIR. Nantinya kami berharap dapat sama-sama melahirkan inovasi dan penelitian yang melibatkan peran aktif kedua institusi,” jelasnya.
Turut memeriah acara tarian Sinanggar Tulo khas Sumatera Utara dari kelompok mahasiswa internasional. Tarian tersebut mendapatkan apresiasi dari para peserta mahasiswa UMT. Saat ditanya di atas panggung, kelompok yang sudah berpakaian adat batak tersebut mengungkapkan jika baru pertama kali unjuk performance di depan kegiatan formal.
Selain itu, mahasiswa UMT juga mendapatkan paparan informasi mengenai Kota Surabaya yang disampaikan Agastya Wardhana S Hub Int MHub Int, dosen FISIP UNAIR. Pihaknya menceritakan bagaimana situasi, sejarah dan keadaan sosial budaya ke mahasiswa UMT yang hadir. Tujuannya peserta memiliki informasi dasar sebagai bekal mengeksplorasi potensi terkait di Kota Surabaya.
“Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan yang kaya akan budaya. Budaya tersebut berpadu padan dari berbagai suku, ras, etnik dan budaya. Potensi untuk berpetualang di Surabaya menjadi pilihan yang menarik ketika kita berbicara tentang wisata di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Penulis: Satriyani Dewi Astuti
Editor: Binti Q. Masruroh





