Universitas Airlangga Official Website

PHMP UNAIR Gelar Pelatihan Menulis Opini, Bedah Strategi Tembus Media hingga Proses Editorial

Upik Dyah Eka Noviyanti S Ant MA memaparkan materi strategi menulis opini dalam Pelatihan Menulis Opini (dok: tangkapan layar zoom meeting)
Upik Dyah Eka Noviyanti S Ant MA memaparkan materi strategi menulis opini dalam Pelatihan Menulis Opini (dok: tangkapan layar zoom meeting)

UNAIR NEWS – Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Universitas Airlangga (PHMP UNAIR) kembali mengadakan Pelatihan Menulis Opini. Pada kesempatan ini, turut hadir Upik Dyah Eka Noviyanti S Ant MA, Dosen Fakultas Vokasi sebagai pembicara. Kegiatan pelatihan berlangsung secara online melalui platform Zoom Meeting pada Senin (8/12/2025).

Dalam pembukaan Pelatihan Menulis Opini, Ketua PHMP UNAIR, Dr Pulung Siswantara, SKM MKes menyampaikan bahwa selama ini karya tulis akademik kerap berputar di lingkungan peneliti, padahal akademisi memiliki kesempatan untuk menyampaikan ilmu kepada masyarakat melalui opini. 

“Civitas akademika perlu membuktikan bahwa kita tidak perlu menuntut pembaca terlebih dahulu, melainkan memulai dari diri sendiri untuk menyusun bacaan yang mudah dipahami, baik oleh pembaca kebijakan maupun masyarakat luas,” ujar Pulung.

Sesi dokumentasi Pelatihan Menulis Opini oleh PHMP UNAIR yang berlangsung secara daring, Senin (8/12/2025)
Angle dalam Penulisan Opini

Dalam sesi ini, Upik menyampaikan penting bagi penulis memilih angle yang unik dan tidak terpikirkan orang. Menurutnya, ide maupun topik yang lazim dan umum dapat memperkecil kemungkinan media menerimanya. 

“Satu kegiatan dapat ditulis dari berbagai angle. Apabila terbiasa melihat satu fenomena dari beberapa angle, penulis akan lebih mudah memilih sudut pandang yang jarang penulis lain angkat. Namun, jika sudah sering dibahas, peluang diterima media menjadi lebih kecil karena editor telah banyak membaca tema serupa,” ungkap Upik.

Kemudian, Upik menjelaskan tulisan opini juga perlu aspek tema yang aktual serta relevan dengan isu yang sedang berkembang di masyarakat. Upik menekankan bahwa penulis perlu peka dan merespons terhadap peristiwa terbaru, agar dapat menunjukkan urgensi dan nilai bagi pembaca. 

“Opini yang baik itu temanya harus aktual dan merespons isu atau kebijakan terbaru, punya ide yang orisinal dengan sudut pandang yang berbeda, tetap menyertakan analisis meskipun bersifat subjektif, dan dengan bahasa yang menarik serta mudah publik cerna” jelas Upik. 

Pentingnya Memahami Proses Penyuntingan di Media

Lebih lanjut, pembicara menyoroti penulis opini harus siap menghadapi realitas editorial. Upik menyampaikan ketika penulis mengirimkan karya, akan ada permintaan perubahan struktur hingga penyelarasan gaya penulisan dengan karakter media yang penulis tuju. Upik juga mengingatkan bahwa proses di media berjalan cepat, sehingga penulis perlu siap mengikuti ritme redaksi dan terus melatih keterampilan menulis agar naskah lebih kompetitif.

“Redaktur biasanya melihat dulu seberapa aktual temanya, lalu juga menilai apakah kompetensi penulisnya sesuai bidang. Cara penyajian yang tidak menggurui dan menggunakan kata-kata sederhana juga akan memudahkan orang awam untuk menangkap opini,” terangnya. 

Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista

Editor: Ragil Kukuh Imanto