Humas FH (27/10/2025) | Departemen Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (HUBLU BEM FH UNAIR) berhasil menyelenggarakan Seminar dan Kuliah Umum Internasional bertajuk “Law, Legitimacy, and Self-Determination: Reassessing the Israel–Palestine Two-State Resolution in Contemporary International Relations” pada Jumat (24/10/2025) di Aula Keadilan Lt. 12 Gedung A.G. Pringgodigdo FH UNAIR. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Anis Matta, Lc., selaku Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) sebagai pembicara utama. Seminar tersebut menjadi forum yang mengupas dinamika legitimasi hukum internasional dalam konflik Israel dan Palestina yang terus berkembang di kancah global.

Kegiatan dimulai pukul 14.30 WIB dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, diikuti sambutan oleh Didan Wibisono (2023) selaku Kepala Departemen HUBLU BEM FH UNAIR. Dalam sambutannya, Didan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik yang memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu global. “Melalui seminar ini, kami ingin membuka cakrawala berpikir mahasiswa hukum tentang pentingnya hukum internasional dalam menjaga keadilan dan perdamaian dunia,” ujarnya. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Knya Lifie Rasendriya (2022) selaku Presiden BEM FH UNAIRyang menekankan pentingnya kepekaan mahasiswa hukum terhadap isu-isu kemanusiaan internasional. “Isu Israel–Palestina bukan hanya masalah politik, tetapi juga cerminan tantangan penegakan hukum internasional yang menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tutur Knya.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. M. Hadi Shubhan, S.H., M.H., C.H., selaku Dekan FH UNAIR. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif HUBLU BEM FH UNAIR yang secara konsisten menghadirkan kegiatan bertaraf internasional dan relevan dengan isu hukum global terkini. Menurut Prof. Hadi, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pengembangan intelektual mahasiswa dan peran akademik fakultas dalam menjawab tantangan dunia modern. “Mahasiswa harus mampu memahami hukum dalam konteks global. Melalui forum seperti ini, kita belajar bahwa hukum tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan politik, sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan,” jelasnya.
Memasuki acara inti, yakni seminar dan kuliah umum internasional yang disampaikan oleh Muhammad Anis Matta, Lc., selaku Wakil Menteri Luar Negeri RI. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya memahami konflik Israel dan Palestina melalui perspektif hukum internasional yang berlandaskan pada keadilan dan kemanusiaan. Menurutnya, prinsip self-determination atau hak penentuan nasib sendiri merupakan konsep fundamental yang tidak hanya bersifat politik, tetapi juga menjadi bagian dari nilai moral universal yang harus dijunjung tinggi oleh komunitas internasional. Beliau juga menambahkan bahwa peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki posisi strategis dalam mendorong upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah. “Indonesia harus terus konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global melalui diplomasi yang beretika dan bermartabat,” imbuhnya.
Baca Juga: FH UNAIR Sambut Kunjungan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya: Mengenal Lebih Dalam Dunia Perkuliahan Hukum
Pemaparan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta akademisi dari berbagai universitas di Indonesia. Sesi seminar berjalan interaktif, di mana peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar posisi hukum internasional dalam menyelesaikan konflik global serta peran negara-negara berkembang dalam mendorong keadilan dunia. Diskusi yang berlangsung hangat ini mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu hubungan internasional dan peran hukum dalam menjaga stabilitas global. Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Anis Matta menegaskan bahwa hukum internasional memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan prinsip keadilan berlaku universal tanpa memandang kepentingan politik. Ia juga menyoroti pentingnya generasi muda, khususnya mahasiswa hukum, untuk memiliki kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial terhadap isu kemanusiaan global
Melalui kegiatan ini, HUBLU BEM FH UNAIR tidak hanya menghadirkan forum akademik berskala internasional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya peran hukum dalam menjaga perdamaian dunia. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya. Dengan terselenggaranya seminar dan kuliah umum internasional ini, FH UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan akademik yang berorientasi pada pengembangan wawasan global dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Penulis: Angelique Novelyn
Editor: Masitoh Indriani




