Universitas Airlangga Official Website

FH UNAIR Hadirkan Prof. Bec Strating dalam Guest Lecture Series Program, Kupas Tuntas Pencegahan Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Humas FH (11/06/25) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan perspektif global melalui kegiatan Guest Lecture Series Program bertema “Government and Politics of Australia and Asia Pacific” yang berlangsung pada 10 Juni 2025 di gedung A.G Pringgodigdo. Dalam kesempatan istimewa ini, FH UNAIR menghadirkan akademisi internasional terkemuka, Prof. Bec Strating, Ph.D., Director of La Trobe Asia, La Trobe University, Melbourne.

guestlectureprofbec1

Prof. Strating membawakan materi bertajuk “Conflict Prevention in the Indo-Pacific”, sebuah topik strategis yang sangat relevan di tengah dinamika keamanan regional yang terus berkembang. Ia menjelaskan bahwa risiko konflik antarnegara di kawasan seperti Selat Taiwan, Laut China Selatan, dan Semenanjung Korea semakin meningkat, diperparah oleh persaingan antara China dan Amerika Serikat.

Prof. Strating menekankan bahwa konflik tidak hanya berbentuk perang terbuka. Ada juga krisis berisiko tinggi dan aktivitas wilayah abu-abu (grey zone) seperti serangan siber, disinformasi, tekanan ekonomi, hingga manuver militer provokatif yang dapat memicu konflik bersenjata internasional jika tidak ditangani secara tepat. “The Indo-Pacific is entering an era of strategic volatility, and the risk of accidental or deliberate conflict is very real,” ujar Prof. Strating dalam paparannya.

Diplomasi pencegahan menjadi salah satu pendekatan utama yang ditawarkan, dengan memanfaatkan langkah-langkah seperti pembangunan kepercayaan, mediasi, sistem peringatan dini, hingga kebijakan penangkalan (deterrence) melalui komitmen pertahanan yang kredibel. Namun, Prof. Strating menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi agar strategi deterrence tidak justru memicu ketegangan baru. “Preventing conflict is not only about military strength, but about building trust, credibility, and mechanisms for dialogue,” jelasnya.

Baca Juga: Menelusuri Dinamika Hukum Lingkungan Bersama Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)

Dalam kuliahnya, ia juga menyoroti kontribusi ASEAN dalam menjaga perdamaian kawasan melalui pendekatan khas “ASEAN Way” yang mengedepankan konsultasi, informalitas, dan konsensus. Namun, menurutnya, ASEAN perlu berani mendorong batas-batas konsensus dan memusatkan kembali fokus pada pencegahan konflik.

Sebagai penutup, Prof. Strating menyarankan beberapa langkah strategis seperti intensifikasi agenda pencegahan konflik di tubuh ASEAN, pemanfaatan estafet keketuaan ASEAN 2025–2027, pembentukan pusat informasi regional, serta peluncuran dialog geopolitik yang melibatkan kekuatan besar seperti China dan Amerika Serikat.

Guest Lecture Series Program ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi peserta dalam memahami pentingnya kerja sama regional, diplomasi, dan strategi kreatif dalam menghadapi tantangan konflik.

Penulis: Jessica Ivana Haryanto

Editor: Masitoh Indriani