Humas (17/06/2025) | Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) menggelar acara prestisius bertajuk Honorary Lecture di Gedung A.G. Pringgodigdo, dengan menghadirkan Prof. G. Dineke de Groot, Presiden Hoge Raad der Nederlanden (Mahkamah Agung Kerajaan Belanda), bersama Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dengan tema “Kemandirian Peradilan dalam Negara Demokrasi: Menyeimbangkan Hukum, Politik, dan Etika Publik,” acara ini menjadi momen penting untuk merenungkan peran peradilan dalam menjaga supremasi hukum di era global.
Prof. Sunarto memaparkan strategi Mahkamah Agung Indonesia dalam memperkuat kemandirian peradilan. Langkah pertama adalah penguatan integritas, kapasitas, dan profesionalitas hakim melalui pengawasan eksternal oleh Komisi Yudisial dan internal oleh Badan Pengawasan MA. “Keseimbangan pengawasan ini krusial untuk menjaga marwah peradilan,” tegasnya. Strategi lainnya meliputi modernisasi sistem manajemen peradilan berbasis elektronik, kemandirian anggaran, dan kolaborasi dengan lembaga pengawas sipil seperti PPATK, KPK, dan LSM. “Kami membuka diri untuk bekerja sama demi integritas dan kepercayaan publik,” lanjutnya.
Prof. Sunarto mengungkapkan bahwa kehadiran Prof. Dineke de Groot dalam satu forum merupakan momen penting yang merefleksikan semangat peradilan global yang berkeadilan dan beretika. “Kemandirian peradilan tidak cukup hanya dijamin konstitusi, tetapi harus diperkuat oleh budaya etik dan sistem yang mencegah intervensi kekuasaan lain. Forum ini membangkitkan semangat saya bahwa integritas peradilan adalah fondasi utama demokrasi,” ujarnya.
Acara ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga inspirasi bagi mahasiswa FH UNAIR. Seperti disampaikan Prof. Iman Prihandono, dialog komparatif seperti ini memperkaya wawasan hukum global dan mempersiapkan mahasiswa untuk berpikir kritis serta mengejar keadilan dengan perspektif lintas batas. “Kuliah ini adalah jembatan akademik yang memperkuat kolaborasi antara Hoge Raad dan komunitas hukum Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga: Delegasi MYMA FH UNAIR Raih Juara Kompetisi Esai Hukum Nasional UNJA Law Fair 2025
Dihadiri oleh civitas akademika, hakim, dan praktisi hukum, Honorary Lecture ini mencerminkan komitmen FH UNAIR dalam memajukan ilmu hukum dan memperkuat institusi peradilan. Sebagai penutup, Prof. Dineke mengajak semua pihak untuk terus menyeimbangkan hukum, politik, dan etika demi peradilan yang sah, sahih, dan efektif. Momen ini menjadi tonggak baru dalam hubungan Indonesia-Belanda, menjanjikan kolaborasi yang lebih erat untuk masa depan hukum yang berkeadilan.
Penulis: Jessica Ivana Haryanto
Editor: Masitoh Indriani




