Humas FH (06/05/2025) | Ketua Program Studi S2 Magister Ilmu Hukum (MIH) Prof. Dr. Aktieva Tri Tjitrawati, S.H., M.Hum. dan Dinar Karunia, S.H., M.H, selaku dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) turut berpartisipasi dalam Loka Karya Nasional Evaluasi dan Perkembangan Kurikulum Magister Ilmu Hukum. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Gedung B, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari Jumat (25/04/2025). Loka Karya bertujuan untuk menghimpun refleksi dari program studi Magister Ilmu Hukum di berbagai universitas sebagai mitra akademik dalam rangka mengevaluasi efektivitas kurikulum Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan dalam bidang ilmu hukum, dinamika kebijakan nasional, dan perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) untuk secara berkala melakukan penyesuaian kurikulum agar tetap relevan dan responsif terhadap tantangan zaman. Oleh karena itu, pendidikan hukum di tingkat pascasarjana tidak lagi cukup hanya menitikberatkan pada pendalaman teori semata, tetapi juga dituntut untuk mampu mengintegrasikan praktik hukum yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan dunia profesional baik di tingkat nasional maupun internasional.
Loka Karya diawali dengan sesi planary yang menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka di bidang hukum. Pemaparan materi disampaikan oleh Prof. Retno Saraswati, S.H., M. Hum, Prof. Dr. Dra. Sulistyowati Irianto, MA., dan Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M. (HR), Ph.D. Ketiganya membahas isu-isu strategis terkait evaluasi kurikulum, tantangan pendidikan hukum pascasarjana, serta pentingnya pendekatan interdisipliner dan berbasis keadilan sosial dalam pengembangan kurikulum Magister Ilmu Hukum (MIH) di Indonesia. Diskusi ini menjadi pijakan awal bagi para akademisi dan pengelola program studi untuk merumuskan arah kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.
Memasuki acara utama, Focus Group Discussion (FGD) menjadi forum interaktif bagi para peserta untuk saling bertukar pandasngan, membahas tantangan aktual dalam implementasi kurikulum, serta merumuskan solusi konkret yang dapat diimplementasikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Diskusi berlangsung dalam suasana kolaboratif dan konstruktif, memungkinkan terjadinya pertukaran ide lintas institusi demi mendorong pembaharuan kurikulum Magister Ilmu Hukum (MIH) yang lebih responsif, inklusif, dan relevan dengan dinamika sosial serta tuntutan profesi hukum di era modern. Para peserta juga mengeksplorasi strategi penguatan sinergi antara pendekatan akademik dan praktik hukum dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: Marsha Alycia, Duta Berbakat FH UNAIR 2024 Kembali Ukir Prestasi di Kejurprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Jawa Timur 2025
Partisipasi dosen FH UNAIR dalam Loka Karya ini turut mendukung pencapaian target kinerja universitas sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis UNAIR, khususnya inisiatif strategis Sustainable Education for All. Kegiatan ini berkorelasi erat dengan empat kata kunci utama, yakni Relevansi Lulusan melalui penyesuaian kurikulum agar sesuai kebutuhan dunia kerja, Fleksibilitas dengan mendorong integrasi akademik dan praktik hukum, Globalisasi lewat penguatan jejaring antar perguruan tinggi dan adaptasi terhadap dinamika global, serta Keberlanjutan dengan pengembangan pendidikan hukum pascasarjana yang inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Saya merasa sangat senang dapat mengikuti Loka Karya Nasional Evaluasi dan Perkembangan Kurikulum Magister Ilmu Hukum ini. Kesempatan untuk bertemu dengan berbagai sosok hebat dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia memberikan semangat baru serta memperluas wawasan saya dalam mengelola program Magister Ilmu Hukum (MIH). Hal yang cukup mengejutkan bagi saya adalah tantangan yang dihadapi oleh masing-masing universitas ternyata memiliki kesamaan. Melalui forum ini, kami dapat berdiskusi secara langsung, saling berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi bersama yang nantinya akan direkomendasikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi . Forum ini benar-benar menjadi ruang kolaborasi yang produktif dan sangat bermanfaat” ungkap Dinar.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




