Humas FH (14/08/2025) | Rangkaian The 8th Conference on Human Rights (8HRC) resmi ditutup pada hari Rabu (13/08/2025) di Aula Lt. 12 Gedung A.G. Pringgodigdo Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR). Setelah dua hari penuh diskusi intensif, konferensi yang mengangkat tema besar “Protecting Human Rights in Asia amid Energy Transition, Technological Disruption, and Democratic Regression” ini menghasilkan beragam rekomendasi strategis untuk menjawab tantangan Hak Asasi Manusia (HAM) di kawasan Asia.
Dalam sambutan penutupnya, Dekan FH UNAIR, Prof. Iman Prihandono, S.H., M.H., LL.M., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, dan mitra penyelenggara atas kontribusi aktif mereka, serta menegaskan bahwa konferensi ini telah membangun ruang dialog yang memperkaya perspektif akademik, memantik komitmen nyata untuk memperjuangkan HAM di tengah perubahan zaman, memperluas jejaring kolaborasi lintas negara, dan mendorong lahirnya gagasan inovatif bagi kebijakan publik yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan dari University of Columbia, Prof. John Rossa menegaskan bahwa tantangan HAM di Asia tidak dapat diatasi secara terpisah, melainkan membutuhkan sinergi global yang menggabungkan kekuatan akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat sipil. Beliau memandang 8HRC 2025 sebagai contoh nyata bagaimana dialog lintas negara mampu menghasilkan gagasan yang relevan dan aplikatif. Prof. Rossa juga mengapresiasi FH UNAIR atas penyelenggaraan konferensi yang dinilainya sukses mempertemukan berbagai perspektif dan latar belakang, serta berharap kerja sama yang terjalin dapat berlanjut melalui riset kolaboratif, pertukaran akademik, dan program advokasi lainnya.
Baca Juga: Plenary II 8th Conference on Human Rights: Menjembatani Hak Asasi dalam Kebijakan Inklusif dan Keadilan Lingkungan
Acara penutupan dilanjutkan dengan prosesi pembagian sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama konferensi berlangsung. Momen ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang merekam kebersamaan dan semangat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Menutup seluruh rangkaian kegiatan, panitia mengumumkan bahwa The 9th Conference on Human Rights tahun depan akan diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret, Solo. Pengumuman tersebut menjadi penanda bahwa semangat dan komitmen yang lahir di 8HRC akan terus berlanjut dengan membawa harapan bagi penguatan perlindungan HAM di kawasan Asia melalui forum akademik internasional.
Penulis : Angelique Novelyn
Editor : Masitoh Indriani




