Universitas Airlangga Official Website

Deputra 9.0 Hadirkan Panggung Budaya bersama Masyarakat

Foto bersama Panitia Deputra 9.0 dan unsur karang taruna dengan Didik Triyanto,Ketua RT 004/RW 06, Putat Jaya, Surabaya (barisan bawah, tiga dari kanan). (Sumber: istimewa).

FIB NEWS — Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR menghelat Panggung Budaya yang sekaligus bertujuan untuk memeriahkan kemerdekaan ke-81 RI. Pagelaran seni dan kreativitas tersebut terselenggara pada Minggu (23/8/2026) dengan berkolaborasi bersama karang taruna dan masyarakat RT 004/RW 06, Kupang Gunung Timur Gang V-A, Putat Jaya, Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian dalam program Deputra 9.0 yang telah terlaksana setiap tahunnya. Indy Rachman, Presiden BEM FIB UNAIR, mengungkapkan bahwa pagelaran Panggung Budaya merupakan wujud konkret untuk mengaplikasikan khazanah keilmuan mahasiswa kepada masyarakat. “Di sinilah tempat yang membuka pintu untuk berproses bagi teman-teman dari FIB UNAIR, khususnya di bidang bahasa, sastra, dan seni. Kami harap dapat membuka pintu-pintu kolaborasi selanjutnya yang bisa diselenggarakan bersama,” ujarnya.

Representasi Budaya Bangsa

Penyelenggaraan Panggung Budaya turut melibatkan anak-anak dan remaja hingga bapak/ibu usia dewasa dan lansia sebagai pengisi acara. Masing-masing kelompok menyuguhkan tampilan yang berbeda dan beraneka ragam, seperti tari tradisional, ludruk, bercerita, dan menyanyi.

Berdasarkan konsep, Ketua Pelaksana Deputra 9.0, Nabila, menjelaskan bahwa acara tersebut merefleksikan semangat kemerdekaan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki beragam kearifan kebudayaan. “Panggung Budaya merepresentasikan tampilan budaya dan dinikmati untuk warga, dari warga, dan oleh warga,” ungkapnya.

Panggung Budaya juga menjadi rangkaian puncak yang menutup keseluruhan program kerja Deputra 9.0. Menurutnya, kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat di kampung mitra berimplikasi pada kompleksitas dan keunikan selama pelaksanaan acara. “Karena memang pada Deputra di tahun sebelumnya, malam puncak hanya melibatkan anak-anak. Tidak dengan warganya,” imbuhnya.

Penampilan baca cerita oleh anak-anak warga kampung mitra. (Sumber: istimewa).

Upaya Keberlanjutan

Kegiatan pengabdian masyarakat pada dasarnya merupakan tanggung jawab perguruan tinggi untuk mendelegasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab pelbagai problematika di lapangan. Melalui penyelenggaraan Panggung Budaya, keterlibatan langsung mahasiswa FIB UNAIR yang bersinergi bersama warga dan karang taruna menjadi langkah strategis dalam efektivitas kegiatan kemasyarakatan tersebut secara humanis.

Hadirnya pentas kreativitas seni dan kebudayaan tersebut memberi kesempatan untuk mengenalkan FIB UNAIR beserta aspek kajian humaniora di lingkup eksternal. “Ketika Panggung Budaya terbentuk, saya ingin menjadikan branding bagi fakultas yang representasinya mewakili keempat prodi di FIB UNAIR,” ujar Nabila.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian program, ia berharap adanya keberlanjutan agar senantiasa memberikan manfaat positif bagi masyarakat. “Semoga ada momen-momen yang membekas dan teringat bagi warga,” pungkasnya.

Pagelaran Panggung Budaya dalam rangkaian program Deputra 9.0 tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 dan ke-17, yakni quality education dan partnerships for the goals.

Penulis            : Odmund Harun Asyam Kasamira

Editor                          : Priska Dwita Aulia