UNAIR Mengajar melaksanakan kegiatan nonton bersama film Jumbo di CGV Cinemas Maspion bersama anak-anak dari Rumah Belajar Panjang Jiwo pada Sabtu (26/4/2025). (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS – Ernanda Jingga Larasati dan Wardah Asmawatil Husna, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) berpartisipasi sebagai staf pengajar dalam Program Unair Mengajar 2025. Melalui program ini, keduanya turut meningkatkan akses pendidikan anak-anak di Surabaya.
Pembekalan Sebelum Terjun Mengajar
Sebelum terjun mengajar, keduanya rutin mengikuti sesi pembekalan setiap Kamis bersama Badan Pengurus Inti (BPI), Badan Pengurus Harian (BPH), serta tim Research and Development (RnD) UNAIR Mengajar. Dalam pembekalan tersebut, mereka menerima materi serta metode pengajaran yang telah tim RnD sesuaikan dengan kebutuhan adik asuh di masing-masing Rumah Belajar.
“Tim Katalis RnD menyusun silabus khusus. BPI juga memberi saran anggaran untuk program kerja Forum Kakak Asuh (FOKAS) yang kami jalankan seminggu sekali,” jelas Jingga kepada Humas Muda pada Rabu (14/5/2025), selaku Penanggung Jawab Satu di Rumah Belajar Insani Panjang Jiwo.
Wardah, Penanggung Jawab Tiga di Rumah Belajar Surga Sukomanunggal, menambahkan bahwa tim RnD juga memberikan sosialisasi silabus yang telah mereka rancang. “Kami juga mempelajari strategi dan cara mengajar yang menyenangkan dan interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami pelajaran,” katanya.
Pengalaman dan Tantangan Lapangan
Jingga membagikan momen berkesan saat anak-anak menyambutnya di Rumah Belajar. “Mereka sering kasih kertas ucapan dan gelang sebagai tanda terima kasih. Awalnya saya tidak menyangka kehadiran kami begitu berarti,” ungkapnya.
Namun, di balik kehangatan itu, mereka menghadapi tantangan dalam menyesuaikan materi pengajaran. Daerah yang mereka datangi termasuk wilayah dengan akses pendidikan yang terbatas, sehingga penyesuaian materi menjadi hal yang krusial. “Kami harus menyesuaikan materi agar tidak terlalu mudah atau terlalu sulit. Hasil pre-test menunjukkan pentingnya adaptasi materi sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” tambahnya.
Tak hanya mengajar, para pengajar juga berperan dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak secara karakter. Para orang tua pun berharap materi yang program ini berikan dapat membantu anak-anak lebih siap memasuki lingkungan sekolah formal.

Jingga bersama anak-anak dari Rumah Belajar Insani di daerah Panjang Jiwo melakukan kegiatan pre-test Cluster 1 pada Sabtu (10/5/2025). (Foto: Dok. Narasumber)
Pesan dan Motivasi untuk Mahasiswa
Jingga mengingatkan pentingnya bersyukur atas kesempatan mengakses pendidikan yang tidak semua orang dapatkan. “Kita harus tetap bersyukur, karena privilege untuk mengakses pendidikan tidak semua orang miliki. Kuliah bukan sekadar teori, tapi juga memahami persoalan di sekitar kita dan memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wardah turut mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba program pengabdian masyarakat seperti UNAIR Mengajar. “Jangan takut untuk coba hal baru. Program ini sangat membantu mengasah kemampuan komunikasi, kesabaran, dan kreativitas. Mengajar anak-anak memang menantang, tapi kebahagiaan terasa saat mereka akhirnya paham,” tuturnya.
Keikutsertaan Jingga dan Wardah sebagai staf pengajar dalam program UNAIR Mengajar ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yakni Quality Education, dan nomor 17, Partnerships for the Goals.
Penulis: Gustyosih Chesta Pramesti
Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda




