Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FIB tembus internship di Jepang

FIB NEWS – Indi Haru, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) baru saja menerima kabar bahwa ia dinyatakan dapat menjalani internship kerja selama satu tahun di Bandara Narita, dari maskapai ANA (All Nippon Airways) sebagai passenger service di Jepang. Melalui kesempatan wawancara pada 17 Oktober 2024 lalu, Indi menyampaikan bahwa program ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Airlangga saja, namun juga diikuti oleh mahasiswa dari UNESA, serta Universitas lain yang ada di Bandung dan Jakarta.

“Yang datang ke Indonesia langsung dari pihak perusahaan, orang Jepang. Perusahaan disambut oleh pihak kampus dan prodi UNAIR. Setelah internship satu tahun, nanti kalau lulus kriteria akan dipanggil lagi untuk kerja di Jepang sesuai dengan kesepakatan,” jelasnya.

Pengurus Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang menyebarkan informasi bagi mahasiswa yang berminat internship di Jepang. Jika data sudah dikumpulkan, maka nantinya mahasiswa akan diberi kabar jikalau dinyatakan lolos. Mendengar adanya program tersebut Indi memutuskan untuk mendaftar. 

“Karena kemarin kebetulan ada (program internship) dan ada kesempatan untuk ikut, jadi gaspol. Program ini memberikan opportunity untuk eksplor negara baru dan tempat yang baru. Bahasa Jepang yang sudah dipahami selama kuliah, apakah sesuai atau apakah di sana ada perkembangan baru,” Ungkap Indi menyebutkan alasan mengikuti program.

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang tersebut mempersiapkan seleksi internshipnya dengan mengikuti kelas khusus persiapan wawancara secara daring sebanyak tiga kali dalam sebulan. Ia melakukan persiapan kurang lebih berdurasi satu bulan ini karena sebelumnya pernah gagal interview pada program internship di maskapai lain. Karena merasa kesal dan tidak terima akibat ditolak, oleh karena itu Indi berusaha mencari kelas untuk menambah ilmu interviewnya.

Indi Haru merupakan tipe orang yang kurang termotivasi jika tidak memiliki saingan atau mengerjakan sesuatu hal jika memang diharuskan, maka dari itu dia memerlukan mentor untuk berkembang. Ia terpaksa mengatur jadwal yang padat, mulai dari kuliah pagi hingga sore, sampai rumah saat maghrib, lalu jadwal mengajar sampai pukul delapan malam, kemudian barulah ia mengikuti kelas persiapan wawancara. 

“Jika ada tugas, biasanya dikerjakan satu hari sebelum pengumpulan atau setelah selesai kelas berusaha untuk segera mengerjakan supaya sebelum kelas tinggal menghafalkan jawaban dan praktik,” terangnya bagaimana cara membagi waktu.

Indi memiliki harapan untuk bisa memanfaatkan apa yang sudah dipelajari selama ini, memanfaatkan bahasa, budaya, huruf jepang yang sangat rumit, Ia ingin mencobanya secara langsung di Jepang dengan perbedaan budaya, berbeda orang. 

“Penasaran banget gimana challenge baru yang bakal ditemuin di sana. Aku ingin membagikan pengalamanku ke teman-teman yang mau kerja ke jepang, jika ada teman ingin bertanya atau ada teman yang ingin belajar bareng. Ingin buka kelas bahasa dan menjadi guru bahasa di salah satu yayasan, jadi dari sana aku bisa implementasi belajar bahasa aku dan ngasih tau ke mereka kalau belajar bahasa itu susah tapi tidak semenakutkan pikiran kalian.”

Indi membeberkan tips supaya lolos internship dengan cara belajar Bahasa Jepang, belajar cara mengucapkannya. Belajar persiapan wawancara bisa melalui internet dan youtube. Pelajari pertanyaan yang kira-kira muncul, frasanya, dan cara menjawab pertanyaan dengan percaya diri tetapi tidak sombong, menjelaskan kelebihan dengan baik asal tidak berlebihan. Kalau menjawab pertanyaan sesuaikan dengan apa yang didaftar, siapkan jawaban statement yang mendukung, dan sesuai dengan posisi yang dilamar.

“Orang jepang mementingkan manner, jangan lupa menjawab pertanyaan dengan tatanan bahasa Jepang yang sopan, karena itu penting banget. Saat wawancara perhatikan kerapian seragam, percaya diri, serta posisi duduk agar menambah nilai plus. Persiapan wawancara itu bikin deg-degan, makanya belajar bareng temen, ke sensei, atau cari mentor jika dirasa belajar sendiri itu susah.”

Kegiatan Internship ini mendukung Sustainable Education Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Penulis: Zaura Jiavana