Foto Anggota KKN bersama anak-anak SD setelah kegiatan (Foto: Dok. Narasumber).
FIB NEWS – Pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini mendorong mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) menggelar program bertajuk OSAKA (Outdoor Kreativitas Anak Kalikatir). Program itu menjadi bagian dari Kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK 6) UNAIR. Bertempat di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, setiap Rabu dan Kamis (23-28/7/2025).
Dorong Kreativitas Anak-Anak
Mirna Dea Listiani, mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah yang merupakan anggota KKN itu, menjelaskan bahwa programnya secara khusus didedikasikan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalikatir. Dalam suasana ruang terbuka, Mirna dan timnya menggabungkan edukasi mitigasi bencana dengan pelatihan seni yang mengajak anak-anak melukis di media tong sampah. Melalui program kerja tersebut, Mirna dan tim tidak hanya memperkuat sisi edukatif, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Kami memilih tema ‘Bumi Ceria Tanpa Sampah’ agar anak-anak diberikan kebebasan untuk menggambar sesuai kreativitas mereka, namun tetap ada pesan peduli lingkungan. Mereka bisa menggambar bumi, tumbuhan, hewan, atau hal-hal lain yang mencerminkan keindahan alam yang bersih,” jelas Mirna.
Selain kegiatan seni lukis, program OSAKA juga menghadirkan edukasi dasar tentang evakuasi gempa bumi dengan pengajaran selaras usia anak-anak. Mengingat wilayah Mojokerto termasuk zona rawan gempa. Kegiatan ini, kata Mirna, menjadi relevan dan penting.
“Kami ingin mereka tahu bagaimana cara menyelamatkan diri jika gempa terjadi. Jadi kami menyampaikan lewat simulasi, permainan peran, dan gambar visual agar mereka bisa lebih paham dan tidak panik,” tambah Mirna.

Mahasiswa KKN Ilmu Sejarah saat menjelaskan materi edukasi kebencanaan di SDN Kalikatir (Foto: Dok. Narasumber).
Belajar dari Masyarakat
Lebih dari sekadar program pengabdian, inovasi OSAKA turut menjadi momen reflektif bagi Mirna dan tim dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata. “Kami sadar bahwa masyarakat adalah guru kehidupan sesungguhnya. Anak-anak Kalikatir memberi kami pelajaran berharga tentang gotong royong dan kesederhanaan,” tutupnya.
Melalui program OSAKA, tim mahasiswa itu berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai edukatif dan sosial dapat disampaikan melalui pendekatan yang humanis, kreatif, dan membumi. Mereka juga berharap anak-anak dapat merasa senang, terlibat aktif, dan mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengetahui langkah dasar evakuasi saat terjadi gempa.
Program OSAKA yang digagas oleh tim mahasiswa itu sejalan dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pengabdian untuk masyarakat.
Penulis: Ega Danar Aji Wibowo
Editor: Nur Khovivatul Mukorrobah




