Universitas Airlangga Official Website

Pembekalan Magang Dispusip: Pentingnya bagi Mahasiswa

Surabaya, 22 Juli 2024 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya (Dispusip) mengadakan acara Pembekalan Magang Bersertifikat Batch IV Semester Gasal 2024/2025. Acara ini berlangsung di Ruang Siti Parwati pada tanggal 22 Juli 2024 dan diikuti oleh 98 mahasiswa yang akan memulai magang pada tanggal 24 Juli hingga 28 Desember 2024.

Pembekalan dari FIB UNAIR

Pembekalan ini disampaikan oleh Dr. Listiyono Santoso dan Kukuh Yudha Karnanta, M.A. Dr. Listiyono menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Dispusip yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk magang dan mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. “Pembekalan ini sangat penting sebelum mahasiswa memulai magang agar mereka siap menjalani kegiatan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” ujar Dr. Listiyono.

Dalam sambutannya, Dr. Listiyono juga menjelaskan bahwa program magang ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Mandiri yang diselenggarakan oleh FIB UNAIR bekerja sama dengan mitra-mitra, salah satunya adalah Dispusip. “Program magang ini sudah memasuki batch keempat, menandakan bahwa kerjasama ini telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa,” tambahnya.

Konversi Magang Menjadi SKS

Mahasiswa yang mengikuti program magang ini akan mengonversikan kegiatan magang mereka menjadi SKS. Ada dua skema konversi, yaitu 10 SKS dan 20 SKS. “Mahasiswa yang mengambil magang dengan konversi 10 SKS akan menjalani magang selama 2-3 bulan, sementara yang mengambil 20 SKS akan menjalani magang selama 4 bulan. Mahasiswa harus memastikan untuk mengisi KRS sesuai dengan konversi yang diambil agar tidak terjadi masalah saat pengajuan konversi SKS nanti,” jelas Dr. Listiyono.

Pengalaman Praktis selama Magang

Selain itu, Kukuh Yudha Karnanta, M.A. juga menyampaikan bahwa selama magang, mahasiswa akan mendapatkan berbagai pengalaman praktis di lapangan. “Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai bidang di Dispusip, salah satunya adalah Taman Bacan Masyarakat (TBM). Ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk menggerakkan literasi masyarakat dan berkontribusi secara nyata,” ujarnya.

Kukuh juga mengingatkan bahwa magang ini bukanlah sekadar mengisi waktu liburan, tetapi merupakan kesempatan untuk merasakan dunia kerja yang sesungguhnya. “Mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan dan harus mampu mengelola emosi serta bekerja sama dalam tim. Ini adalah fase penting dalam proses belajar mahasiswa,” tegasnya.

Program magang ini juga melibatkan berbagai mitra lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Museum Mpu Tantular, Balai Pelestarian Cagar Budaya di Mojokerto, serta beberapa media massa. Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai tempat magang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan soft skill dan pengalaman yang berharga.

Acara pembekalan ini diakhiri dengan penyampaian panduan teknis magang oleh perwakilan dari Dispusip. “Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti magang ini dengan baik dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” tutup Dr. Listiyono.

Dengan adanya program magang ini, diharapkan mahasiswa FIB UNAIR dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya, serta berkontribusi positif dalam meningkatkan literasi dan kearsipan di masyarakat.