Seminar bertajuk kilas balik 90-an oleh HMD Sasindo dan HIMA MKSB sukses terselenggara pada Jumat (24/10/2025) di Aula Moh. Hatta Lantai 3, Gedung Panjalu, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR (Foto: Istimewa).
FIB NEWS – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) melalui Himpunan Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia (HMD Sasindo) dan Himpunan Mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya (HIMA MKSB) sukses menyelenggarakan seminar bertema fenomena budaya populer bernuansa era 90 di kalangan generasi Z.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (24/10/2025) di Aula Moh. Hatta Lantai 3, Gedung Panjalu, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR itu dihadiri oleh mahasiswa lintas program studi. Dua pembicara dari MKSB turut mengisi materi diskusi mengenai relevansi budaya populer di tengah perkembangan media digital saat ini.
Musik ABBA sebagai Bahasa Solidaritas Emosional
Pembicara pertama, Zulia Khikmatul Maulidia, S.S., membawakan materi rekontekstualisasi ABBA di TikTok dengan mengkaji praktik, makna, dan emosi nostalgia. Ia mengulas bagaimana lagu-lagu legendaris ABBA seperti dancing queen dan mamma mia kembali hidup melalui platform TikTok dan menjadi simbol solidaritas emosional lintas generasi.
“Musik ABBA beroperasi sebagai bahasa emosi digital, menghubungkan individu lintas generasi melalui memori bersama,” ujar Zulia.
Fenomena ini, sebutnya, menunjukkan bahwa nostalgia tidak lagi sekadar tentang kenangan masa lalu, tetapi juga membentuk komunikasi emosional yang mempertemukan generasi tua dan muda dalam ruang digital.
Tren Fashion 90an dan Identitas Gen Z
Sementara itu, pembicara kedua yakni Fatikha Mayani, mahasiswa fast track MKSB memaparkan materi estetika nostalgia dalam tren fashion era 90-an. Ia menyoroti bagaimana mode seperti baggy jeans, kemeja flanel, dan jaket denim kembali menjadi simbol ekspresi diri di kalangan Gen Z.
“Gaya 90-an direinterpretasi serta dipadukan dengan unsur modern dan ini menghasilkan gaya baru yang khas Gen Z,” ujar Fatikha.
Menurutnya, fenomena itu mencerminkan hibriditas budaya dan glokalisasi, di mana tren global diadaptasi dengan nilai lokal melalui thrifting dan kolaborasi merek Indonesia.
Cerminkan Refleksi Budaya
Melalui seminar ini, HMD Sasindo dan HIMA MKSB menghadirkan ruang akademik yang segar dan reflektif. “Kilas Balik 90-an” menegaskan bahwa nostalgia bukan sekadar romantisasi masa lalu, melainkan juga cara generasi muda memahami identitas budaya di tengah dunia digital yang kian berkembang.
Dengan mendorong literasi budaya, pemikiran kritis, serta penguatan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami fenomena sosial-budaya kontemporer. Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 4 untuk pendidikan berkualitas.
Penulis: Naswa Thalita Zada
Editor: Nur Khovivatul Mukorrobah




