FIB News – Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR), sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk Sastra dan Budaya di Era Digital pada 17 September 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Majapahit, ASEEC Tower ini, menghadirkan tiga pembicara, yaitu Dr. Ramayda Akmal, Nur Wulan, Ph.D., dan Prof. Dr. Rahma Sugihartati. Masing-masing pembicara membahas topik yang relevan dengan perkembangan sastra dan budaya di tengah era digital.
Salah satu sesi yang menarik adalah paparan dari Prof. Dr. Rahma Sugihartati yang membahas tema Budaya Digital: Perkembangan, Varian, dan Pandangan Kritis. Beliau menjelaskan bahwa budaya digital telah mengubah cara manusia berinteraksi dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Prof. Rahma mengutip teori dari Manovich (2001) yang menyebutkan bahwa saat ini kita berada dalam revolusi media baru yang dikenal sebagai digital culture. Media sosial dan internet telah menjadi medium utama dalam proses produksi, distribusi, serta komunikasi budaya.
Dalam pembahasannya, Prof. Rahma juga menyoroti tiga komponen utama budaya digital, yakni partisipasi, remediasi, dan brikolase. Partisipasi, misalnya, terbentuk dari perkembangan komunitas virtual yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam produksi dan sirkulasi konten digital. Hal ini semakin berkembang dengan munculnya budaya konten di media sosial seperti TikTok dan YouTube, yang memungkinkan siapa saja menjadi produsen sekaligus konsumen konten.
Selain itu, beliau mengulas tentang fenomena remediation, yaitu proses memperbaiki atau memperbarui konten yang lama menjadi lebih relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Sementara itu, konsep brikolase menjelaskan bagaimana individu dapat menggabungkan elemen-elemen budaya yang ada untuk menciptakan karya baru, seperti fenomena remix culture yang marak di era digital.
Dengan mengupas berbagai perspektif dari budaya digital, seminar ini berhasil memberikan wawasan yang mendalam mengenai bagaimana transformasi digital telah mengubah wajah sastra dan budaya di Indonesia. Para peserta seminar, yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, dan praktisi, diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk menciptakan inovasi dalam bidang sastra dan budaya.
Acara ini tidak hanya membuka diskusi tentang perkembangan budaya digital, tetapi juga menjadi forum penting untuk menjalin kolaborasi dan berbagi pengetahuan di antara para pakar di bidang sastra dan budaya di Indonesia. Kegiatan seminar nasional ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




