Surabaya, fkg.unair – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga kembali menambahkan guru besar baru pada Rabu (11/10/2023). Ia adalah Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA, Subsp.KKA(K).
Momen pengukuhan di Aula Garuda Mukti, Kampus C tersebut menasbihkan Prof. Sindy sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Imunologi Kompleks Kraniofasial Anak.
Jabatan fungsional tertinggi bagi seorang dosen tersebut ia raih berkat kontribusi besar dalam pendidikan dan riset terkait perawatan kraniofasial pada anak. Kraniofasial sendiri merupakan kelainan pertumbuhan kepala dan tulang wajah.
Maka dari itu pengukuhan tersebut, Prof Sindy membawakan orasi ilmiah bertajuk Perawatan Kompleks Kraniofasial secara Dini pada Anak sebelum Terjadi Maloklusi.
Menurut Prof. Sindy, maloklusi merupakan kejadian yang banyak terjadi pada anak-anak. “Indonesia sendiri menempati peringkat 4 negara Asia dengan prevalensi maloklusi anak tertinggi. Karena sebanyak 80% anak Indonesia mengalami maloklusi,” tutur lulusan S1 hingga S3 Universitas Airlangga itu.
Maloklusi sendiri terjadi ketika posisi atau susunan gigi yang tidak normal. Kondisi ini akan membuat anak berpotensi mengalami karies, penyakit periodontal, gangguan temporomandibular joint disorder, hingga berdampak pada kualitas hidup sosial dan emosional.
Oleh karena itu, Prof. Sindy mempromosikan perawatan growth modification. Perawatan tersebut memanfaatkan masa pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak-anak.
“Dalam prosesnya, kita juga bisa melakukan perawatan untuk memperbaiki kebiasaan buruk anak,” imbuh dosen yang telah menerbitkan 17 jurnal terindeks Scopus itu.
Selain melakukan riset tersebut, Prof. Sindy juga berkontribusi dalam mengembangkan alat-alat untuk perawatan growth modification.
“Perlu edukasi yang intens kepada masyarakat, agar mereka memahami dan tidak menunda perawatan bagi anak-anak. Jika masyarakat telah teredukasi, niscaya saat dewasa nanti, anak tidak akan mengalami maloklusi,” pesannya di akhir orasi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sindy juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan seluruh pihak yang mendukungnya. Termasuk para civitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi yang menyertai Prof. Sindy sepanjang perjalanannya dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selain Prof. Sindy, FKG UNAIR juga menambahkan dua guru besar baru yang lain. Mereka adalah Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., SpKG, Subsp.KE(K) serta Prof. Tania Saskianti, drg., Ph.D., Sp.KGA., Subsp.AIBK(K). (int)




