Universitas Airlangga Official Website

BELAJAR BERSAMA KOMUNITAS 2025 FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA KEGIATAN KESEHATAN HEWAN PADA HEWAN KECIL KLINIK GRIYA SATWA, MAGETAN

Selama empat hari kegiatan magang di Klinik Hewan Griya Satwa, banyak pengalaman berharga yang diperoleh terkait praktik kedokteran hewan maupun manajemen klinik.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pengenalan sistem kerja klinik yang beroperasi setiap hari dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Klinik memiliki manajemen yang tertata, mulai dari alur penerimaan pasien, pencatatan rekam medis, hingga prosedur administrasi pembayaran. Selain itu, diperkenalkan pula tahapan pemeriksaan hewan yang dimulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik umum, hingga pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Dokter hewan di klinik menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pemilik hewan agar diagnosis lebih akurat dan terapi berjalan efektif.

Pada hari kedua, fokus kegiatan adalah mempelajari jenis obat-obatan yang sering digunakan dalam penanganan kasus klinis sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri, antiparasit untuk mengendalikan infestasi cacing maupun ektoparasit, serta antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Selain jenis obat, juga dipelajari dosis serta metode pemberian sesuai dengan spesies dan kondisi hewan, mengingat kesalahan dalam pemberian dosis dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan pasien.

Pada hari ketiga, pembahasan difokuskan pada penyakit menular strategis yang masih menjadi perhatian di bidang kesehatan hewan, yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). PMK menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, ditandai dengan lepuh pada mulut dan kuku, sedangkan LSD menyerang kulit sapi dengan gejala berupa nodul keras di seluruh tubuh. Diskusi ini memperluas wawasan mengenai tantangan penyakit hewan ruminansia, termasuk upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah maupun praktisi lapangan.

Pada hari keempat, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke KM Group untuk melihat secara langsung pemeliharaan sapi potong. Mahasiswa diperkenalkan pada manajemen kandang, meliputi sistem kebersihan, pemberian pakan, pengaturan ventilasi udara, serta pemantauan kesehatan ternak. Ditekankan bahwa manajemen kandang yang baik sangat memengaruhi produktivitas sekaligus kesehatan sapi potong.

Kegiatan magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga relevan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 (Good Health and Well-being): Pembelajaran mengenai obat, pencegahan penyakit menular, serta manajemen kesehatan ternak berkontribusi pada peningkatan kesehatan hewan yang juga berdampak pada kesehatan masyarakat melalui pendekatan One Health.

  • SDG 4 (Quality Education): Program magang ini memberikan pengalaman belajar berbasis praktik, meningkatkan keterampilan klinis, analisis kasus, serta komunikasi dengan pemilik hewan.

  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Manajemen pakan dan kandang sapi potong mencerminkan praktik produksi yang berkelanjutan dengan memperhatikan efisiensi sumber daya dan kesejahteraan hewan.

  • SDG 15 (Life on Land): Upaya pencegahan penyakit strategis dan peningkatan manajemen pemeliharaan sapi turut menjaga kesejahteraan satwa serta mendukung kelestarian keanekaragaman hayati.

Secara keseluruhan, kegiatan magang ini memberikan gambaran nyata mengenai praktik kedokteran hewan, manajemen klinik, pemahaman obat-obatan, penyakit strategis, serta tata kelola peternakan sapi potong. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Oleh: Gigih Mulyo Gumilang Sakti