Universitas Airlangga Official Website

“Jelajah Dunia Ternak Besar: Pengalaman Magang Inseminasi & Kesehatan Hewan Bersama Koperasi Sae Pujon”

Waktu libur semester yang cukup panjang tentu menjadi momen yang tepat untuk mengembangkan diri melalui kegiatan yang bermanfaat. Kami, mahasiswa angkatan 2023 dan 2024 dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga yang beranggotakan Lisa, Salsa, Jijah, Vina, Nika, Syalwa, Ken, dan Sheila, berkesempatan melaksanakan magang mandiri di Koperasi SAE Pujon, sebuah koperasi ternak perah ternama yang berlokasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kegiatan magang ini kami laksanakan pada tanggal 2 hingga 15 Juli 2025, bertepatan dengan liburan semester genap. Selama masa magang, kami tidak hanya mempelajari manajemen peternakan sapi perah secara teori, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan inseminasi buatan (IB) serta melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di beberapa rumah warga mitra koperasi. Pengalaman ini menjadi kesempatan emas bagi kami untuk mengasah keterampilan dan memperluas wawasan di dunia kedokteran hewan secara langsung.

Pada minggu pertama, fokus kegiatan adalah memperdalam pemahaman tentang inseminasi buatan (IB) sebagai salah satu metode reproduksi buatan yang penting dalam meningkatkan produktivitas ternak. Kegiatan dimulai dengan pembekalan teori seputar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi sapi betina, manajemen estrus, dan prinsip dasar pelaksanaan IB. Setelah memahami teori, kami langsung terjun ke praktik lapangan, mulai dari palpasi rektal untuk mengenali struktur seperti serviks, uterus, dan ovarium, mengamati proses penyisipan straw semen ke dalam uterus, hingga mempelajari teknik pemeriksaan kebuntingan (PKB) dengan metode palpasi. Pengalaman ini membuka wawasan kami mengenai pentingnya deteksi birahi yang tepat dan teknik IB yang higienis serta akurat agar tingkat keberhasilan pembuahan meningkat.

Memasuki minggu kedua, kegiatan magang beralih pada praktik kesehatan hewan, di mana kami belajar menangani langsung berbagai kasus klinis di lapangan. Bersama petugas lapang dan dokter hewan koperasi, kami melakukan pemeriksaan fisik sapi seperti pengukuran suhu, evaluasi ambing, kondisi tubuh, hingga perilaku makan. Kami juga mendampingi penanganan kasus yang umum terjadi pada sapi perah seperti mastitis, gangguan pencernaan, hipokalsemia, keracunan, diare, hingga retensio secundinarum. Tidak hanya itu, kami juga terlibat dalam pemberian obat-obatan seperti antibiotik, vitamin, dan antiinflamasi sesuai indikasi klinis. Penilaian Body Condition Score (BCS) dan sanitasi kandang menjadi bagian dari upaya preventif untuk menjaga kesehatan ternak secara menyeluruh. Menariknya, sebagian besar kegiatan dilakukan langsung di rumah-rumah warga peternak, yang tersebar di kawasan perbukitan Pujon. Hal ini melatih kami untuk berkomunikasi langsung dengan peternak, membangun kepercayaan, dan memberikan edukasi secara humanis tentang tata kelola ternak yang baik.

Magang di Koperasi SAE Pujon bukan hanya tentang belajar teori dan praktik, tetapi juga tentang membangun empati, kedekatan dengan masyarakat, dan menyadari pentingnya peran dokter hewan dalam sektor peternakan rakyat. Dua minggu yang kami jalani terasa sangat padat dan bermakna. Setiap hari selalu ada pelajaran baru, baik dari sapi, dari lapangan, maupun dari cerita para peternak yang begitu gigih menjaga ternak mereka. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menjadi dokter hewan yang tidak hanya andal secara akademik, tetapi juga peduli, solutif, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.

Selama menjalani magang di Kop Sae Pujon, kami benar-benar merasakan bahwa tempat ini bukan sekadar koperasi biasa, melainkan sebuah pusat pembelajaran lapangan yang luar biasa. Kop Sae tidak hanya unggul dalam manajemen sapi perah dan produksi susu, tetapi juga sangat terbuka sebagai tempat edukasi bagi mahasiswa kedokteran hewan. Lingkungannya yang profesional namun bersahabat, serta pendampingan dari petugas dan dokter hewan yang komunikatif, membuat proses belajar kami terasa menyenangkan dan bermakna. Kami belajar banyak hal mulai dari teknis inseminasi buatan, penanganan penyakit ternak, hingga pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan peternak. Yang paling mengesankan adalah bagaimana Kop Sae mampu menjembatani antara ilmu peternakan modern dan kearifan lokal, membentuk sistem yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan peternak. Magang ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat, memperluas wawasan kami sebagai calon dokter hewan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian yang lebih dalam terhadap masyarakat dan dunia peternakan Indonesia.