Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV-TB) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menyelenggarakan program kerja MASTER (Magang Bersama Ternak Besar). Kegiatan ini dilaksanakan pada 2–15 Juli 2025, yang salah satunya berada di UPTPT-HMT Batu, melibatkan 10 peserta yang terdiri dari Madinah, Aisa, Alin, Nindi, Katherine, Naura, Rima, Nadhia, Nasywa, dan Nasyifa.
Program ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan sapi perah, pemuliaan ternak, pengelolaan hijauan pakan, serta produksi susu sesuai standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Selain itu, magang ini juga dirancang untuk mengasah soft skill penting seperti komunikasi efektif, kerja tim, dan pemecahan masalah di lingkungan profesional.”Magang ini menjadi jembatan penting antara teori akademik dan praktik lapangan. Mahasiswa kami dilatih untuk menjadi dokter hewan yang tidak hanya cakap secara ilmiah, tetapi juga siap terjun langsung menghadapi tantangan dunia peternakan modern,” ungkap salah satu dosen pembimbing KMPV TB.
UPTPT-HMT Batu, sebagai unit pelaksana teknis di bawah Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, menjadi lokasi strategis magang. Fasilitas di lokasi ini memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pembibitan sapi perah, pengelolaan pakan hijauan, hingga pengolahan produk susu. Di sana, mereka dibimbing oleh dokter hewan dan paramedis yang ramah serta profesional, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar lapangan yang sangat berharga. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme dalam suasana yang suportif dan kolaboratif.
Selama mengikuti program MASTER, peserta magang terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan praktik yang menyeluruh dan aplikatif terkait manajemen serta kesehatan ternak besar, khususnya sapi perah. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan fisik hewan secara lengkap melalui metode inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, yang bertujuan untuk menilai kondisi umum sapi serta mendeteksi potensi penyakit sedini mungkin. Peserta juga mendalami teknik Body Condition Scoring (BCS) dengan skala 1 hingga 5 sebagai indikator status nutrisi dan kesehatan. Praktik pemotongan kuku dan penanganan tanduk turut dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kesejahteraan sapi.
Selain praktik teknis, peserta juga mendapatkan kuliah umum dari praktisi ahli serta sesi diskusi interaktif yang bertujuan memperkuat pemahaman konseptual dan kemampuan analisis kasus nyata. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik kedokteran hewan ruminansia, tetapi juga membuka peluang relasi profesional antara mahasiswa, institusi akademik, dan pelaku industri peternakan.
Selain itu, peserta juga berkesempatan menangani kasus nyata seperti mastitis dan diare pada pedet, yang menjadi pembelajaran penting dalam memahami alur diagnosis hingga terapi. Tidak hanya fokus pada aspek klinis, mahasiswa turut mengikuti kegiatan tambahan seperti pengolahan susu segar menjadi yoghurt, pembuatan silase hijauan sebagai pakan ternak, pengambilan darah hewan, serta pengukuran dan pemantauan anak sapi baru lahir.
Melalui program MASTER, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kuat untuk menghadapi dunia kerja sebagai dokter hewan yang adaptif, bertanggung jawab, dan kompeten. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.
Kelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR yang terdiri dari Madinah, Aisa, Alin, Nindi, Katherine, Naura, Rima, Nadhia, Nasywa, dan Nasyifa melaksanakan kegiatan magang mandiri sebagai bentuk penerapan dari pilar Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 dan 3. SDGs nomor 2 (Zero Hunger), melalui pengalaman magang ini mereka dapat belajar menjaga dan meningkatkan kesehatan hewan ternak. Hal ini sangat penting karena ternak yang sehat akan menghasilkan produk pangan yang lebih baik dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat contohnya susu, sehingga dapat turut membantu mengatasi masalah kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Selain itu, pada kegiatan magang ini juga berkaitan dengan SDGs nomor 3 (Good Health and Well-being), yang menekankan pentingnya kesehatan secara menyeluruh, termasuk kesehatan hewan sebagai bagian dari kesehatan masyarakat. Ternak yang sehat dan terawat dengan baik dapat mendukung peningkatan produksi susu yang aman dan sehat, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan.




