NERS NEWS – Tim Praktik Klinik Keperawatan – Nyeri pascapersalinan merupakan salah satu keluhan utama yang dialami oleh ibu setelah menjalani proses persalinan, baik melalui tindakan operasi maupun fisiologis. Untuk mengatasi nyeri ini, dapat dilakukan dengan metode non-farmakologis yang menjadi alternatif teknik meredakan nyeri yang efektif tanpa perlu ketergantungan pada obat-obatan. Beberapa teknik yang dapat digunakan antara lain distraksi, stimulasi, relaksasi napas dalam, serta ambulasi dini. Teknik-teknik tersebut membantu mengurangi rasa nyeri hingga ke tingkat yang bisa ditahan dan mempercepat masa pemulihan.
Pada hari Kamis, 27 Maret 2025 pukul 09.00 WIB, sebanyak empat mahasiswa praktik klinik keperawatan Kelompok A3 Kelas A2 Angkatan 2022 yang menjalani praktik di Ruang VK dan Irna Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga telah melaksanakan penyuluhan kesehatan (PKRS) dengan topik “Teknik Non-Farmakologis Manajemen Nyeri pada Ibu Post Operasi Persalinan” di Ruang Rawat Inap Irna Obgyn. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu pascapersalinan mengenai cara-cara mengelola nyeri secara alami sehingga dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup ibu setelah melahirkan.
Sebelum pelaksanaan penyuluhan, para mahasiswa telah melakukan berbagai persiapan, seperti menyusun proposal Satuan Acara Penyuluhan (SAP), menyiapkan materi dan media edukasi, serta menentukan pengorganisasian penyelenggara penyuluhan. Selama proses persiapan hingga pelaksanaan, mereka mendapatkan pendampingan dari berbagai pihak, yakni Retnayu Pradanie, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Dr. Mira Triharini, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku pembimbing akademik dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Frida Syamsiana, S.Keb., Bd. dan Diana Puji Herasari, S.Keb., Bd. selaku pembimbing klinik di ruangan VK, dan Yeti Bangun Lestari, S.Keb., Bd., serta Tuhfatun Nayyira, S.Keb., Bd. selaku pembimbing klinik di ruangan Irna Obgyn.
Dalam sesi penyuluhan, para peserta terlihat antusias dalam mendengarkan dan membaca leaflet yang dibagikan tim penyuluh terkait penggunaan teknik non-farmakologis sebagai alternatif dalam mengurangi nyeri pascapersalinan. Selain itu, pemahaman peserta juga dievaluasi melalui pertanyaan singkat yang ditanyakan penyaji secara lisan untuk mengetahui seberapa jauh mereka memahami terkait teknik non-farmakologis manajemen nyeri pasca operasi sebelum dan sesudah dijelaskan oleh penyaji materi.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Salah satu peserta penyuluhan bernama Ny N, mengungkapkan rasa syukurnya diadakan kegiatan ini. “Saya baru tahu, Mbak, bahwa nyeri setelah operasi bisa dikurangi dengan cara-cara sederhana seperti relaksasi dan pijat. Saya kira hanya obat dari rumah sakit yang bisa meredakan nyeri setelah persalinan. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi saya dan ibu-ibu lain agar bisa lebih nyaman dalam mengatasi nyeri selama masa pemulihan,” ujarnya.
Dengan adanya edukasi ini, diharapkan ibu pascapersalinan dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menjalani masa pemulihan mereka. Selain itu, pemahaman yang lebih baik mengenai teknik non-farmakologis juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap obat pereda nyeri, sehingga proses pemulihan menjadi lebih alami dan optimal.
Penulis : Eka Dwi Wulan Ambarwati
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)




