Universitas Airlangga Official Website

Keikut sertaan Staf Dosen dan Laboran FPK Mengikuti Pelatihan ICP-MS sebagai Penguatan Kapasitas Analisis Logam Berat di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menyelenggarakan pelatihan penggunaan instrumen Inductively Coupled Plasma–Mass Spectrometry (ICP-MS) mulai tanggal 27-29 Januari 2026 di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, kegiatan ini ditujukan sebagai upaya peningkatan kompetensi dosen dan tenaga laboratorium dalam penguasaan alat analisis modern dengan tingkat sensitivitas sangat tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Nina Nurmalia Dewi (staf dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga), Fenti Dwi Losanti (staf laboran Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga ), serta M. Qushai Yunifiar M. (staf  laboran Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga), yang terlibat aktif dalam sesi pemaparan dan diskusi teknis.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Pembicara pertama, Prof. Dr. rer. nat. Mochamad Yuwono, Apt., M.S. dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, menyampaikan materi mengenai peran strategis ICP-MS dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan layanan pengujian laboratorium, khususnya untuk analisis logam berat dan unsur jejak yang menuntut akurasi serta presisi tinggi. Beliau menekankan pentingnya pemahaman prinsip kerja instrumen serta penerapan kontrol kualitas agar data yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pembicara kedua, M. Hendy Fathur R., S.Si. dari PT. Wiralab Analitika Solusindo, memberikan pemaparan teknis terkait karakteristik instrumen ICP-MS, keunggulan sensitivitas hingga level ppb–ppt, serta tantangan analisis pada berbagai matriks sampel. Dalam sesi ini juga dibahas aspek praktis seperti preparasi sampel, potensi interferensi, dan pemilihan mode analisis yang tepat.

Secara khusus, pelatihan mengaitkan pemanfaatan ICP-MS untuk pemeriksaan logam berat pada sampel ikan dan garam, seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), arsen (As), dan merkuri (Hg). Analisis pada ikan penting untuk menjamin keamanan pangan mengingat potensi bioakumulasi logam berat, sedangkan pada sampel garam ICP-MS berperan dalam mendeteksi cemaran logam berat pada kadar sangat rendah meskipun memiliki matriks NaCl yang tinggi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan ICP-MS guna meningkatkan mutu riset, pembelajaran, dan layanan laboratorium, serta memperkuat komitmen dalam pengembangan laboratorium berstandar modern dan berdaya saing tinggi.