Delegasi mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair), Andini Carolina dan Fidela Rachmadiani, berkolaborasi dengan Research Team Fakulti Perladangan dan Agroteknologi (FPA) Universiti Teknologi MARA (UiTM). Ketua Pusat Pengajian, Pusat Pengajian Sains, Perladangan dan Agroteknologi (KPP PPSPA)
Dr. Sharifah Raina Binti Manaf, Pensyarah Arif Azizi Bin Che Harun, Nurainni Mohd Arshad dalam kegiatan collaboration research yang dilaksanakan di UiTM Cawangan Mukah, Sarawak. Dalam kegiatan collaboration research yang dilaksanakan di UiTM Cawangan Mukah, Sarawak. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi riset internasional yang berfokus pada penggalian potensi sumber daya perikanan lokal Mukah, khususnya komoditas yang selama ini kerap dikategorikan sebagai hasil tangkapan sampingan (by-catch), namun menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Fokus utama penelitian diarahkan pada dua jenis ikan lokal, yakni ikan puput (Ilisha elongata) dan ikan pelata (Alepes djedaba). Ikan puput merupakan ikan pelagis kecil yang banyak ditemukan di perairan pesisir dan estuaria Mukah, dengan karakteristik daging yang lembut serta kandungan protein dan mineral yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan baku produk pangan olahan maupun hidrolisat protein. Sementara itu, ikan pelata dikenal memiliki struktur tulang dan kulit yang kaya kolagen, sehingga berpeluang besar dimanfaatkan sebagai bahan baku gelatin, biomaterial, hingga produk turunan non-pangan yang bernilai ekonomi tinggi.
Selama ini, kedua jenis ikan tersebut cenderung dianggap sebagai by-catch karena bukan merupakan target utama penangkapan nelayan, memiliki nilai jual yang relatif rendah, serta dipengaruhi fluktuasi hasil tangkapan musiman. Keterbatasan teknologi pascapanen dan minimnya inovasi diversifikasi produk turut menyebabkan ikan puput dan pelata lebih sering dipasarkan dalam bentuk segar dengan harga rendah, bahkan berpotensi terbuang. Melalui riset kolaboratif ini, tim peneliti berupaya mengubah paradigma tersebut dengan pendekatan ilmiah berbasis karakterisasi bahan baku, analisis potensi fungsional, serta inovasi pengolahan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Rangkaian kegiatan penelitian meliputi diskusi akademik lintas negara, observasi lapangan, pengambilan dan analisis sampel, hingga perumusan strategi hilirisasi produk berbasis potensi lokal Mukah. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat jejaring riset internasional antara FPK Unair dan FPA UiTM, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan value added product guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.







