Universitas Airlangga Official Website

Menyiapkan Diri untuk Beasiswa Global: Perspektif Alumni FPK UNAIR

Pada sesi lanjutan talkshow “Kuliah ke Luar Negeri: Real Talk, No Flex”, Mohamad Akmal Alwi Husein memaparkan secara rinci pengalaman memperoleh MoE Scholarship dari Ministry of Education Taiwan serta proses adaptasi selama menempuh studi di National Taiwan Ocean University (NTOU).Kak akmal menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa tidak hanya berfokus pada indeks prestasi, tetapi juga konsistensi akademik, pengalaman riset, kemampuan bahasa Inggris, serta relevansi rencana studi dengan bidang yang dituju. Penyusunan study plan yang terstruktur dan realistis menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi.

Sejak masa studi S1 di FPK UNAIR, pemateri aktif terlibat dalam kegiatan riset dan pengembangan kapasitas akademik. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan dosen pembimbing serta mempersiapkan dokumen administratif secara cermat, termasuk surat rekomendasi dan portofolio akademik.Lingkungan akademik di NTOU menuntut mahasiswa untuk aktif dalam diskusi, riset laboratorium, serta kolaborasi internasional. Fokus studi pada Marine Biotechnology dan Ecology Environmental Sustainability memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu kelautan yang berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan SDGs 14.

Adaptasi budaya dan sistem pembelajaran menjadi tantangan awal yang dihadapi. Sistem pendidikan berbasis riset dan tuntutan akademik yang tinggi mendorong mahasiswa untuk memiliki manajemen waktu yang baik dan kemampuan berpikir kritis.Namun demikian, pengalaman tersebut memberikan manfaat besar dalam memperluas perspektif global serta meningkatkan kompetensi akademik. Peserta talkshow menilai bahwa paparan pengalaman nyata ini memberikan gambaran yang lebih terukur tentang studi lanjut di luar negeri.

Melalui kegiatan ini, FPK UNAIR terus mendorong mahasiswa untuk berani memanfaatkan peluang global serta membangun jejaring internasional di bidang perikanan dan kelautan.