SURABAYA – ADM WEB | Setelah mengikuti rangkaian PKKMB, mahasiswa baru FISIP UNAIR akan melanjutkan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR. Ospek FISIP UNAIR dikenal dengan nama United FISIP Orientation (UFO) yang dilaksanakan selama 3 hari. Pada Kamis (24/08/2023), mahasiswa baru FISIP UNAIR menjalankan UFO hari kedua dengan dihadirkan oleh beberapa pembicara untuk mengisi serangkaian materi. Sekitar 150 mahasiswa baru memenuhi Aula Soetandyo dan beberapa kelas di FISIP UNAIR untuk meperoleh materi sebagai bentuk persiapan menjadi mahasiswa FISIP UNAIR seutuhnya.
Sesi materi diawali dengan Ormawa Menyapa, dimana berbagai organisasi kemahasiswaan (ormawa) FISIP UNAIR memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru. Ormawa itu diantaranya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UNAIR, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FISIP UNAIR, dan Badan Semi Otonom (BSO) FISIP UNAIR. Setiap ormawa menjelaskan tugas, fungsi, dan program kerjanya masing-masing.
Sesi dilanjutkan dengan materi Pengantar Rekognisi FISIP oleh Alfina Damayanti, mahasiswa Administrasi Publik FISIP UNAIR angkatan 2021. Pada sesi ini, Alfina menjelaskan starter pack menjadi mahasiswa FISIP UNAIR. Alfina menegaskan bahwa menjadi mahasiswa FISIP UNAIR harus memiliki karakter kritis, demokratis, pluralis, humanis, dan inklusif. Menurutnya, cara untuk memiliki karakter-karakter tersebut adalah dengan seimbang antara akademik dan non-akademik. “Banyak sekali persepsi atau penilaian dari masyarakat bahwa anak FISIP itu anak organisasi banget, tetapi akademiknya kurang. Persepsi dari masyarakat itu harus dihilangkan karena sangat mungkin untuk menyeimbangkan akademik dan non akademik dengan diikuti oleh tanggung jawab,” ujarnya.
Akademik merupakan kemampuan yang diperoleh oleh mahasiswa melalui pembelajaran di dalam kelas sedangkan non-akademik merupakan kemampuan yang diperoleh mahasiswa melalui pembelajaran di luar kelas seperti mengikuti kegiatan pengembangan diri. Begitu banyak wadah pengembangan diri yang dapat diikuti oleh mahasiswa FISIP UNAIR dan setiap mahasiswa dapat menentukan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
Setelah penyampaian materi dari Alfina, sesi selanjutnya adalah materi Ruang Dialektika “Urgensi Peran Pemuda Intelektual dalam Social Awareness Masyarakat.” Sesi ini dihadirkan oleh Silkania Swarizona, S.IP., M.IP., CPS., yang merupakan alumni Ilmu Politik FISIP UNAIR. Pada kesempatan ini, Silkania menjelaskan mengenai kemampuan social awareness atau kesadaran sosial yang harus dimiliki oleh mahasiswa FISIP UNAIR. Kemampuan untuk menyadari dan memahami sudut pandang serta latar belakang yang berbeda dari orang sekitar dan lingkungan.
“Mungkin sebagian dari kita telah memahami apa itu social awareness, tetapi secara tidak sadar mungkin kita tidak melakukan itu di kehidupan sehari-hari. Itu karena kita terlalu fokus pada diri sendiri sehingga tidak dapat melihat kondisi di sekitar dan apa yang dirasakan oleh orang lain,” ujar Silkania. Itu sebabnya, Silkania mengajak mahasiswa baru FISIP UNAIR untuk menyadari dan memahami pentingnya social awareness di kehidupan sehari-hari. Selain menyadari itu, mahasiswa baru juga diharapkan mampu memahami self regulation, yaitu mengelola apa yang dipikirkan dan dirasakan menjadi suatu tindakan.
Hari kedua UFO tidak hanya dimeriahkan oleh materi dari berbagai pembicara, mahasiswa baru juga diajak berkeliling untuk lebih mengenal masing-masing ormawa yang ada di FISIP UNAIR melalui kegiatan Museum Gerakan. Mahasiswa baru FISIP UNAIR tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan pada hari kedua UFO.
Artikel ini merefleksikan poin ke-4 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Quality of Education. (AA)




