Universitas Airlangga Official Website

4 Mahasiswa Université de Limoges Prancis Lakukan Kunjungan Klinik ke FIKKIA UNAIR

KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan, Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menerima kunjungan empat mahasiswa dari Faculté de médecine de Limoges, Prancis, dalam program inbound singkat selama tiga hari (03-06/03/2026). Keempat mahasiswa tersebut adalah Chatard Inès Madeleine, Laumond Dorian Vincent, Margot Marie-Valentine Villaret, dan Romain Marmande. Selama kegiatan berlangsung, mereka didampingi oleh beberapa mahasiswa dan dosen FIKKIA yang bertugas.

Kunjungan empat mahasiswa tersebut tentunya memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai yang mana berkaitan dengan sistem kesehatan di Indonesia, program travel medicine di FIKKIA, dan  mencoba langsung ilmu yang selama ini mereka dapat dengan terjun langsung ke lapangan.

Mengeksplor Dunia Klinisi di RSUD Blambangan

Di hari pertama, mereka langsung dibuka dengan terjun langsung ke lingkungan klinis atau Clinical Immersion di RSUD Blambangan. Mahasiswa Prancis tersebut terlihat antusias dalam mengamati kasus di poli penyakit dalam yang umum terjadi di Banyuwangi, sekaligus memahami bagaimana sistem pelayanan kesehatan rumah sakit daerah.

Mahasiswa mengunjungi Cath Lab RSUD Blambangan. SUmber: Istimewa

Keseruan berlanjut ketika mereka memasuki poli jantung, termasuk ruang ICCU dan Cath Lab (Catheterization Laboratory). Di sini, mereka mendapatkan pemaparan perihal teknologi medis yang digunakan untuk menangani pasien dengan gangguan jantung. Penjelasan tersebut juga yang menjadi salah satu momen untuk membandingkan praktik kesehatan di Indonesia dengan praktik kesehatan di Centre Hospitalier Universitaire (CHU) de Limoges.

Tidak berakhir dengan observasi, kunjungan ini juga memberikan para mahasiswa inbound tersebut untuk mempresentasikan perihal sistem pelayanan kesehatan dari University of Limoges kepada pimpinan RSUD Blambangan. Kesempatan itu membuka kesempatan pertukaran informasi kesehatan lintas negara.

Observasi Puspadaya di Puskesmas Benculuk

Kegiatan di hari kedua berlangsung di Puskesmas Benculuk. Bersama dengan mahasiswa dari program studi Kesehatan Masyarakat, empat mahasiswa tersebut diajak untuk mengikuti salah satu kegiatan Puspadaya, yakni Posyandu. Awalnya, mahasiswa hanya melakukan observasi. Ditengah aktivitas tersebut, mahasiswa justru diajak para kader untuk terlibat dalam kegiatan.

Mahasiswa turut mengukur tinggi badan bayi di Posyandu. Sumber: Istimewa

Mulai dari menimbang berat badan bayi, mengukur tinggi badan bayi, hingga lingkar kepala bayi. Hangatnya interaksi dengan para ibu dan kader membuat suasana terasa hangat, sekaligus menunjukkan bahwa di Indonesia sudah menggandeng masyarakat untuk mewujudkan kesetaraan dalam sistem kesehatan.

Produksi Video Safety Procedure

Proyek ketiga yang mereka garap adalah pengambilan video edukasi terkait keselamatan sebelum, saat, dan sesudah pendakian. Para mahasiswa terlebih dahulu turun langsung ke kawasan Ijen untuk melihat bagaimana persiapan para pendaki sebelum memulai perjalanan. Mereka juga mengamati berbagai perlengkapan keselamatan yang tersedia di sepanjang jalur menuju puncak.

Untuk melengkapi konten edukasi, pengambilan video dilanjutkan di FIKKIA dengan melakukan simulasi Resustansi Jantung Paru (RJP) menggunakan boneka manekin. Hal itu dilakukan karena RJP sendiri tidak memungkinkan untuk diperagakan langsung selama proses pendakian. Proyek ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya persiapan dan keselamatan selama melakukan aktivitas berat seperti pendakian.

“I am happy to be able to experience firsthand the friendliness of the people in Indonesia and to be able to practice the knowledge I gained from studying medicine,” seru salah satu dari mereka.

Penulis: Cantika Anggun Roudhotul Al Zahra

Editor: Avicena C. Nisa