Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan posisi strategis polisi wanita (Polwan) dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Dalam acara peluncuran buku “Women in Law Enforcement, Mendobrak Gender Trap Polisi Wanita” di Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (11/9/2025), Menteri PPPA Dr. Arifah Choiri Fauzi menyatakan bahwa kehadiran Polwan bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang sama kuatnya dengan polisi laki-laki.
Buku Juansih sebagai Refleksi Kritis
Peluncuran buku karya Irjen Pol (Purn) Dr. Dra. Juansih, S.H., M.Hum. ini digelar bertepatan dengan HUT Polwan ke-77, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C. UA) Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Arianto, M.Si. beserta istri, Pangdam V Brawijaya beserta istri, serta jajaran rektorat dan pimpinan Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Acara berlangsung di Ruang Ternate, ASEEC Tower UNAIR, dengan partisipasi berbagai unsur perempuan dari TNI-Polri, seperti Polwan, Kowad, Kowal, dan Wara.
Polwan dan Kesetaraan Gender
Menurut Menteri Arifah, buku ini menjadi refleksi kritis tentang citra Polwan di Indonesia sekaligus bukti nyata perjuangan mewujudkan kesetaraan gender dalam institusi yang masih kental dengan kultur maskulin.
“Polwan membawa sensitivitas, pengalaman, dan pendekatan berbeda yang seringkali lebih efektif dalam menangani kasus-kasus berbasis gender dan kekerasan seksual,” tegas Menteri Arifah.
Meski demikian, data menunjukkan jumlah Polwan di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 6% dari total personel kepolisian, dan proporsinya semakin mengecil di level pimpinan.
“Buku ini menjadi cermin bahwa perjuangan kesetaraan gender di kepolisian bukan hanya tentang keberadaan, tetapi juga pengakuan, kesempatan, dan peran strategis yang setara,” tambahnya.
Cetak Biru Perubahan
Menteri PPPA menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berkolaborasi lintas sektor agar Polwan mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama dengan polisi laki-laki.
“Buku ini tidak hanya sekadar catatan, tetapi juga cetak biru perubahan,” ujar Menteri Arifah.
Ia berharap karya Juansih menjadi rujukan dan inspirasi dalam menyusun kebijakan reformasi kepolisian.
“Indonesia hanya akan maju dan kuat bila seluruh warganya, baik laki-laki maupun perempuan, diberi ruang untuk berkontribusi secara setara,” pungkasnya.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




