Komitmen untuk melakukan transformasi birokrasi di daerah tidak cukup hanya dengan instruksi administratif, namun memerlukan landasan kajian ilmiah yang kuat. Prinsip inilah yang ditunjukkan oleh Bupati Poso Verna Gladies Merry Inkiriwang saat menuntaskan tahap krusial dalam perjalanan akademisnya di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya.
Verna hadir untuk mempertahankan hasil penelitian mendalamnya dalam sidang ujian Tesis, Melalui Tesisnya yang berjudul “Analisis Pengembangan Peningkatan Kompetensi Inovasi Aparatur Sipil Negara di Pemerintahan Daerah Kabupaten Poso”, ia membedah tantangan nyata yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era disrupsi digital.
Memetakan Hambatan Organisasi
Dalam paparan hasil penelitiannya, Verna mengidentifikasi bahwa meskipun digitalisasi administrasi dan konsep e-government telah mulai diimplementasikan di Kabupaten Poso, proses tersebut belum terinstitusionalisasi secara menyeluruh. Terdapat jurang pemisah antara ketersediaan infrastruktur teknologi dengan kompetensi sumber daya manusia yang ada.
Kajian tersebut menyoroti bahwa budaya kerja yang cenderung prosedural dan kaku menjadi salah satu penghambat utama bagi munculnya inovasi. Sebagai solusi strategis, penelitian ini menawarkan model pengembangan ASN yang terintegrasi, mulai dari pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan budaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing), hingga reformulasi sistem penghargaan yang berbasis pada capaian inovatif.
Apresiasi Pimpinan Pascasarjana
Keberhasilan Verna dalam mensinergikan peran sebagai kepala daerah dengan tanggung jawab akademis mendapat apresiasi khusus dari Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk. (K), FICS.
Pihak universitas menilai capaian ini sebagai bukti dedikasi seorang pemimpin yang bersedia mengkritik dan mengevaluasi sistem organisasinya sendiri demi kemajuan daerah. Langkah Verna dianggap sebagai preseden positif bagi pejabat publik lainnya untuk tetap mengedepankan objektivitas ilmiah dalam merumuskan kebijakan pembangunan manusia di lingkup pemerintahan.
Pengujian Ketat Lintas Disiplin
Sidang yang berlangsung selama dua jam tersebut dipimpin oleh Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku Ketua Tim Penguji. Kualitas riset Verna juga diuji secara kritis oleh anggota tim penguji lainnya, yaitu:
* Prof. Dr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si.
* Prof. Dr. Nuri Herachwati, Dra.Ec., M.Si., M.Sc.
* Prof. Dr. Fendy Suhariadi, MT., M.Psi., Psikolog
* Dr. Hijrah Saputra, S.T., M.Sc.
Keterlibatan para pakar dari berbagai bidang ilmu ini memastikan bahwa strategi pengembangan SDM yang diusulkan oleh Verna memiliki validitas yang kuat untuk diterapkan.
Melalui selesainya ujian ini, Verna Inkiriwang tidak hanya membawa pulang pengakuan akademis dari Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia, tetapi juga sebuah peta jalan baru untuk membangun birokrasi Kabupaten Poso yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.




