Indonesia menghadapi ancaman serius jika gagal mengelola bonus demografi. Dalam acara Business Update 2025: What’s Next – TRUMP, TRADE and The Future of J, yang diselenggarakan oleh HSBC di Sheraton Hotel Surabaya pada Rabu (25/6/2025), Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D, Guru Besar Manajemen Strategi Universitas Airlangga (UNAIR), memaparkan urgensi penciptaan 36 juta lapangan kerja formal sebelum 2030.
“Tanpa terobosan, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana pengangguran massal,” tegasnya.
Tantangan Produktivitas dan Pendidikan Tenaga Kerja
Prof. Badri mengungkapkan fakta mengkhawatirkan:
-
75,56 juta pekerja Indonesia masih berpendidikan SD–SMP
-
Produktivitas tenaga kerja Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara maju
-
PDB per kapita Indonesia tumbuh lebih lambat dari China
“Jika kondisi ini dibiarkan, target Indonesia Emas 2045 akan sangat sulit dicapai,” ujar Prof. Badri.
Statistik Terbaru: Realitas Angkatan Kerja Indonesia
Data dari Februari 2023 menunjukkan:
-
Penduduk usia kerja: 216,7 juta
-
Angkatan kerja aktif: 140,77 juta
-
Jumlah pengangguran: 7,99 juta
-
Mayoritas pekerja: berpendidikan rendah
Solusi: Kampus Kelas Dunia dan Kolaborasi Industri
Untuk menjawab tantangan ini, Prof. Badri menekankan pentingnya peran perguruan tinggi berkelas dunia, seperti UNAIR, sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan inovasi.
Rekomendasi strategisnya:
-
Pelatihan vokasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja
-
Mendorong wirausaha berbasis kampus
-
Kolaborasi perguruan tinggi dengan klaster industri regional
“UNAIR harus mencetak pencipta kerja, bukan pencari kerja,” imbuhnya.
Dua Skenario Penciptaan Lapangan Kerja
Prof. Badri memaparkan dua skenario untuk mengejar target pembangunan:
Skenario 1: Pertumbuhan Ekonomi 8% per Tahun
-
Dibutuhkan: 36,4 juta lapangan kerja baru sebelum 2030
-
Surabaya harus menyumbang 573 ribu pekerjaan
Skenario 2: Target 19 Juta Pekerjaan Formal Tercapai
-
Jawa Timur perlu menciptakan: 2,75 juta pekerjaan
-
Surabaya: 663 ribu pekerjaan
-
Setiap perusahaan baru di Jatim harus mampu menyerap 10.956 tenaga kerja
“Ini bukan angka yang kecil. Ini membutuhkan komitmen besar lintas sektor,” tegas Prof. Badri.
Panelis dan Kolaborasi Multi-Pihak
Acara ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor dengan kehadiran para panelis terkemuka:
-
Drs. Edy Widjanarko, M.MT. – Ketua APINDO Jawa Timur
-
William Yaury – COO SPS Corporate
-
Rudi Eko Hartono – Holding Company Garuda Food
-
Dr. Iwan, S.Hut., M.M. – Kadis Perindustrian dan Perdagangan Jatim
Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem kerja inklusif dan produktif.
UNAIR: Kampus Berdampak untuk Bonus Demografi
UNAIR terus membuktikan peran sebagai kampus berdampak, tak hanya unggul secara akademik, tapi juga menginspirasi solusi strategis nasional dalam menghadapi tantangan demografi dan produktivitas.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




