Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) bahas kemandirian vaksin hewan bersama PUSVETMA. Upaya ini jadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan kesehatan nasional.
UNAIR Dorong Transformasi Industri Vaksin Hewan Nasional
Sektor peternakan Indonesia memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, meningkatnya ancaman penyakit hewan menular strategis (PHMS) menuntut langkah berani dan kolaboratif, terutama dalam hal kemandirian vaksin dan teknologi bioteknologi.
Isu penting ini menjadi sorotan utama dalam kuliah bertajuk “Strategic Leadership untuk Transformasi Industri Vaksin Veteriner dan Keamanan Pangan Nasional” yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) pada Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama drh. Edy Budi Susila, M.Si., Kepala Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma (BBVF PUSVETMA). Kehadiran beliau menegaskan komitmen UNAIR sebagai School of Collaborative Leadership yang konsisten mendorong UNAIR menjadi Kampus Berdampak dengan solusi nyata bagi pembangunan nasional.
PUSVETMA: Pionir Teknologi dan Kemandirian Vaksin
Dalam pemaparannya, drh. Edy Budi Susila menegaskan bahwa PUSVETMA telah menjadi pionir pengembangan teknologi vaksin hewan sejak 1952. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pertanian RI, lembaga ini memiliki peran penting dalam:
-
Mengembangkan inovasi bioteknologi vaksin.
-
Menerapkan sistem biosekuriti dan biosafety level 2+.
-
Mentransformasi teknologi pembuatan vaksin lokal.
-
Mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku dan isolat.
“Visi kami adalah memimpin teknologi vaksin hewan menuju kemandirian nasional. Transformasi industri vaksin veteriner harus didorong riset dan inovasi bioteknologi agar kita tidak lagi bergantung pada impor,” tegas Edy Budi Susila.
Saat ini, PUSVETMA sudah memiliki kemampuan memproduksi vaksin berbasis sel kultur (BSL2+) untuk penyakit seperti Rabies dan PMK, serta menghasilkan berbagai vaksin untuk Ruminansia, Unggas, dan Babi, lengkap dengan diagnostik dan antisera.
Peternakan sebagai Pilar Strategis Ketahanan Pangan
Lebih jauh, Edy Budi menjelaskan bahwa sektor peternakan tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga menjadi penopang ekonomi nasional. Dalam RPJMN 2025–2029, sektor ini berperan penting dalam meningkatkan pendapatan peternak dan ketahanan pangan nasional.
Fungsi utama sektor peternakan mencakup:
-
Penyedia protein hewani ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dari daging, telur, dan susu.
-
Pencipta lapangan kerja dan sumber ekonomi domestik.
“Setiap kegagalan dalam penanganan penyakit ternak, seperti Flu Burung atau PMK, bisa memicu krisis pangan. Lebih dari 60% penyakit pada manusia bersumber dari hewan. Karena itu, vaksinasi hewan juga bagian dari upaya mencegah zoonosis,” jelasnya.
Kolaborasi UNAIR untuk Kedaulatan Pangan dan Kesehatan Hewan
Kehadiran PUSVETMA di forum Sekolah Pascasarjana UNAIR menunjukkan sinergi kuat antara akademisi, pemerintah, dan industri. UNAIR menegaskan bahwa keberlanjutan sistem pangan nasional membutuhkan kepemimpinan kolaboratif lintas sektor.
“Sekolah Pascasarjana UNAIR hadir sebagai School of Collaborative Leadership yang menjembatani ilmu pengetahuan dan praktik di lapangan. Sebagai Kampus Berdampak, UNAIR berkomitmen mengembangkan SDM dan inovasi yang menopang One Health dan Sustainable Food System,” ujar perwakilan Sekolah Pascasarjana UNAIR.
drh. Edy Budi menutup kuliah dengan penekanan pada pentingnya kepemimpinan strategis yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan kebijakan publik.
“Masa depan peternakan yang sehat berarti produktivitas tinggi, pendapatan peternak meningkat, dan sistem pangan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya menegaskan.
Kesimpulan: Sinergi, Sains, dan Kepemimpinan untuk Kemandirian
Kuliah ini menjadi refleksi bahwa kedaulatan vaksin hewan adalah fondasi utama ketahanan pangan nasional. Kolaborasi antara PUSVETMA dan Sekolah Pascasarjana UNAIR membuktikan bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan publik dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam sektor pangan dan kesehatan hewan.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




