Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Pascasarjana dan Komunitas Literasi Indonesia: Giatkan Kembali Gerakan Indonesia Membaca

UNAIR Pascasarjana dan Komunitas Literasi Indonesia: Giatkan Kembali Gerakan Indonesia Membaca

Berita UNAIR Pascasarjana – Senin 23 Januari 2022, Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Bidang Sekolah Pascasarjana UNAIR, menggelar pertemuan dengan beragam komunitas literasi Indonesia, melalui daring, untuk bersama-sama kembali menggairahkan semangat bangsa dalam mencintai membaca, khususnya di era digitalisasi saat ini, dimana arus informasi begitu cepat dan pesat bertebaran hingga kita dibuat tak mampu untuk menelaah informasi yang ada, bahkan ada sebuah kalimat sindiran yaitu, dimana inilah era ibu jari lebih cepat ketimbang otak kita.

Data dari UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara dalam hal minat baca, hal ini berarti dari 1.000 orang hanya 1 orang yang serius berminat membaca, hal ini adalah sebuah permasalahan yang serius dan perlu penanganan yang tepat karena dengan rendahnya minat baca bangsa ini, akan menjadi blunder khususnya dalam mewujudkan cita-cita bersama Indonesia Maju 2045.

Dalam acara yang dihadiri oleh salah seorang musisi literasi Ferry Curtis, juga menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam, menurutnya era digitalisasi tak mungkin dibendung, akan tetapi ketidaksiapan bangsa ini dengan deras dan pesatnya arus informasi, karena tidak memiliki minat baca yang tinggi sama saja seperti membawa generasi bangsa ini bunuh diri.

Melalui lagu beraliran balada, dirinya menciptakan syair-syair lagu yang menggugah dan membangunkan kesadaran bangsa ini untuk segera bangkit dan mencintai membaca, dirinya mengatakan bahwa melalui lagu “Jangan berhenti Membaca” dirinya mengingatkan bahaya dari sebuah bangsa yang rendah minat bacanya dan bahaya yang akan didapat dari generasi yang enggan membaca.

Hal senada juga disampaikan oleh Bunda Neneng Wijoyo yang aktif dengan komunitas Wayahe Ibu Sinau,dimana sebagai seorang ibu dirinya merasakan betul saat harus berhadapan era digitalisasi, perang antara buku dan gadget begitu tinggi dan luar biasa, bersyukur dirinya berada di keluarga yang akrab dengan membaca, dimana tiap sudut rumah dipenuhi dengan buku-buku, sehingga memotivasi anak untuk juga gemar membaca dan tak terlalu larut dengan dunia digital.

Diah Litasari, yang merupakan penemu dari metode KUBACA dan aktif dengan dunia literasi sejak tahun 2005 menyadari persaingan ketat antara tumbuh kembang minat baca dengan dunia digital yang begitu menarik kuat dengan propagandanya, dan dirinya meyakini dengan metode yang diciptakannya akan membuat anak akan lebih suka membaca ketimbang tenggelam dengan dunia gadgetnya, tentunya tidak lepas dari andil orang tua dalam menumbuhkan minat baca di lingkungan keluarga.

Hadir pula dalam kesempatan kali ini Praktisi Komunikasi dari Bandung Hj. Neneng Athiatul F. S Ag.M. Ikom CT. yang akrab disapa Neng Athia, serta Bunda Astrid yang memiliki keterpanggilan terhadap rendahnya minat baca bangsa ini, di akhir acara Suparto Wijoyo menyampaikan, bahwa kedepan akan semakin diintensifkan komunikasi yang telah terjalin ini untuk bersama-sama bersinergi membangun kesadaran untuk membuat bangsa ini gemar membaca, dimana hal tersebut akan memberi dampak bagi kemajuan peradaban bangsa di masa datang.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)
https://pasca.unair.ac.id/digital-platform/