Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menegaskan perannya sebagai pionir pendidikan dan riset di bidang imunologi dengan menyelenggarakan Hands-On Workshop bertajuk “Unlocking Gene Expression Using Real-Time PCR: Best Practice and Troubleshooting”, Jumat (13/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan World Immunology Day (WID) yang telah menjadi agenda tahunan UNAIR sejak empat tahun terakhir.
Diselenggarakan di Gedung Institute of Tropical Disease (ITD), Kampus C UNAIR, workshop ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh., Vice Chairman ITD UNAIR, yang menekankan pentingnya kolaborasi riset lintas unit di UNAIR untuk memperkuat reputasi akademik dan inovasi ilmiah di tingkat global.
“UNAIR harus menjadi ekosistem ilmiah yang mendukung sinergi antardisiplin dan antarunit. Inilah kunci menjadi universitas berkelas dunia,” ujar Prof. Fedik dalam sambutannya.
Dari Teori ke Praktik: Eksplorasi Ekspresi Gen Secara Nyata
Workshop ini menjadi istimewa karena menggabungkan materi teoretis dan praktik langsung di laboratorium. Dr. Salma Zulqaida, S.Si., M.Si., perwakilan dari Program Studi Imunologi SPS UNAIR, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar peserta benar-benar memahami dasar-dasar Real-Time PCR (Polymerase Chain Reaction), serta mampu menyelesaikan tantangan teknis yang kerap muncul dalam eksperimen molekuler.
“Teknologi ini vital dalam penelitian ekspresi gen. Kami ingin peserta tidak hanya paham konsepnya, tapi juga siap mengoperasikan dan menyelesaikan masalah langsung di lab,” ujarnya.
Sesi materi disampaikan oleh Dr. Siti Qamariyah Khairunissa, S.Si., M.Si., yang mengupas tuntas teknik terbaik dan solusi troubleshooting untuk real-time PCR, sebuah metode yang memungkinkan peneliti mengukur aktivitas gen secara akurat dan real-time, terutama dalam riset imunologi dan biologi molekuler.
Lintas Daerah, Satu Semangat Ilmiah
Tak hanya diikuti mahasiswa UNAIR dari berbagai fakultas, kegiatan ini juga menarik peserta dari luar Jawa Timur. Salah satunya adalah mahasiswa pascasarjana dari Universitas Halu Oleo, Kendari, yang ikut aktif dalam sesi praktik laboratorium.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa UNAIR bukan hanya menjadi pusat pendidikan lokal, tapi juga magnet akademik nasional,” ujar salah satu peserta dari luar kota.
Langkah Awal Menuju Peneliti Unggul
Melalui kegiatan ini, Program Studi Imunologi UNAIR berharap dapat membuka jalan bagi peneliti muda untuk menguasai perangkat riset modern dan memperkuat jejaring ilmiah lintas-regional. Dalam konteks WID 2025, workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga komitmen UNAIR untuk terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan dampak ilmiah yang nyata di bidang imunologi.
Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)




