Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit neurodegeneratif yang mayoritas menyerang orang usia lanjut ( diatas 65 tahun). Penyakit ini menyerang otak dan menyebabkan terjadinya penurunan daya ingat, kemampuan berfikir dan berbicara serta perubahan perilaku yang terjadi secara bertahap dan mengarah pada terjadinya penyakit Demensia. Berdasarkan data dari Alzheimer’s Association tahun 2023 dilaporkan bahwa ada lebih dari dari 50 juta penderita penyakit Alzheimer di dunia. Dengan meningkatnya populasi penduduk usia lanjut maka jumlah penderita penyakit Alzheimer diperkirakan akan terus meningkat, sehingga akan menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi. Hingga saat ini belum ditemukan adanya obat penyakit Alzheimer. Pengobatan yang ada saat ini adalah untuk memperlambat progesifitas dari penyakit ini, salah satunya dengan memberikan obat-obat penghambat enzim asetilkolinesterase, yaitu galantamine, rivastigmine dan donepezil. Pengobatan lainnya adalah dengan menggunakan NMDA antagonis, yaitu memantine, atau kombinasi asetilkolinesterase dan memantine. Â
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mencari alternatif pengobatan penyakit Alzheimer dengan memanfaatkan sumber daya alam, misalnya tanaman obat. Artocarpus sericicarpus adalah yang dikenal dengan nama lokal pedalai atau terap bulu merupakan salah satu tanaman dari genus Artocarpus yang banyak ditemukan di Kalimantan. Pada penelitian yang kami lakukan menggunakan batang dan daun pedalai yang diekstraksi dengan dua jenis pelarut yaitu air dan etanol. Ekstrak kemudian diuji aktivitas antioksidan dan penghambatan terhadap enzim asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BChE). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak air dan etanol dari batang dan daun pedalai penunjukkan aktivitas antioksidan pada metode DPPH dan ABTS. Keempat ekstrak juga dapat menghambat enzim AChE dan BChE. Potensi penghambatan enzim tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak etanol batang pedalai dengan nilai IC50 sebesar 5,81 µg/mL (terhadap enzim AChE) dan 11,46 µg/mL (terhadap enzim BChE). Hasil identifikasi kandungan kimia dengan metode LC-MS/MS menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa flavonoid, kalkon terprenilasi dan santon yang diduga berperan terhadap aktivitasnya sebagai antioksidan dan penghambat enzim AChE dan BChE.
Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada publikasi kami di
https://pharmacia.pensoft.net/article/112499
Kontributor: Dr. Suciati
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga





