Universitas Airlangga Official Website

Potensi Nanodiamond-Quercetin dalam Mengatasi Kanker Kolon

ilustrasi kanker (foto: dok isitimewa)

Kanker kolon merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum dan mematikan di seluruh dunia. Menurut data GLOBOCAN 2018, kanker ini menduduki peringkat ketiga dalam jumlah diagnosis dan peringkat kedua dalam angka kematian akibat kanker. Pria lebih sering mengalami kanker kolon dibandingkan wanita, dan insidensinya tiga hingga empat kali lebih tinggi di negara maju dibandingkan negara berkembang. Kanker ini biasanya dimulai dari polip dan berkembang secara bertahap selama 10 hingga 20 tahun sebelum menjadi adenokarsinoma, sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak sehat, gaya hidup yang buruk, atau faktor keturunan. Sel kanker dapat menginvasi jaringan di sekitarnya serta organ jauh seperti paru-paru atau hati melalui aliran darah. Proses ini dikenal sebagai metastasis, yang melibatkan invasi sel kanker ke dalam kapiler jaringan dan pertumbuhan yang menyebabkan penyebaran kanker. Meskipun terdapat berbagai terapi yang telah berhasil menurunkan angka kematian di tingkat kedua dan ketiga, tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker kolon stadium IV (kanker metastatik) masih rendah, hanya sekitar 13%. Oleh karena itu, pencarian untuk pengobatan kanker kolon yang efektif sangat penting.

Nanodiamond (ND), sebuah nanomaterial berbasis karbon, menunjukkan potensi sebagai pembawa obat. ND memiliki kemampuan untuk mengatasi pengeluaran obat yang tidak diinginkan, sehingga meningkatkan akumulasi obat di dalam tumor. ND dapat dirancang untuk berinteraksi dengan berbagai kelompok fungsional, yang memungkinkan interaksi dengan molekul air atau konjugat biologis lainnya. Ini memberikan harapan dalam mengatasi resistensi obat di dalam mikroenvironment tumor.

Quercetin (Q) adalah senyawa flavonoid yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, terutama dalam biji okra. Q memiliki sifat antioksidan yang kuat dan beragam aktivitas biologis. Senyawa ini dapat melindungi sel dari stres oksidatif dan memengaruhi mekanisme pengikatan obat-DNA. Selain itu, Q memiliki efek antikanker dengan menghambat proliferasi sel, mempromosikan apoptosis, dan mengubah progresi siklus sel. Penelitian menunjukkan bahwa Q dapat memicu apoptosis pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker kolon.

Penelitian terbaru mengeksplorasi potensi kombinasi nanodiamond dan quercetin (NDQ) dalam mengatasi kanker kolon yang diinduksi oleh N-methyl N-Nitrosourea (MNU) pada model tikus. Hasilnya menunjukkan bahwa NDQ secara signifikan menghambat agresivitas kanker, ditandai dengan peningkatan berat badan dan laju pertumbuhan tubuh, serta pengurangan berat kolon. Selain itu, kadar biomarker kanker seperti carcinoembryonic antigen (CEA) dan hypoxia-inducible factor 1 alpha (HIF1α) menurun, sementara kadar penekan tumor p53 meningkat.

Penting untuk dicatat bahwa kombinasi NDQ menunjukkan efek antikanker yang lebih signifikan dibandingkan dengan Q saja, terutama dalam mengurangi metastasis ke paru-paru. Ini menunjukkan bahwa penggunaan nanodiamond sebagai pembawa quercetin tidak hanya meningkatkan bioavailabilitasnya tetapi juga meningkatkan efektivitasnya dalam mengatasi kanker.

Nanodiamond yang dikombinasikan dengan quercetin menunjukkan potensi besar dalam pengobatan kanker kolon. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengobatan tetapi juga dapat mengatasi masalah resistensi obat. Dengan penelitian lebih lanjut, NDQ dapat menjadi terapi yang menjanjikan dalam perang melawan kanker kolon, memberikan harapan baru bagi pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan terapi kanker yang lebih efektif dan terarah, memberikan kontribusi signifikan dalam bidang onkologi.