Universitas Airlangga Official Website

Potensi Pengembangan Obat Baru untuk Terapi Diabetes

Potensi Pengembangan Obat Baru untuk Terapi Diabetes
Sumber: Kabar Tangsel

Sejak dahulu kala, tanaman telah banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman mengandung berbagai senyawa yang mampu untuk memperbaiki regulasi tubuh yang tidak normal selama menderita penyakit. Baru-baru ini telah dieksplorasi potensi dari tanaman Lavandula officinalis dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah pada kasus diabetes melitus. Selain itu, diidentifikasi pula adanya efek antiinflamasi yang berguna untuk menurunkan progresifitas gangguan kesehatan tersebut.

Potensi dari minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis dalam memberikan efek antidiabetes ini telah diselidiki oleh peneliti Assaggaf dkk., dalam publikasi artikel ilmiahnya pada tahun 2024. Pada penelitian tersebut dilakukan analisa kandungan senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis. Hasilnya terdapat 18 senyawa yang berhasil diidentifikasi dari minyak atsiri tersebut. Beberapa diantaranya adalah L−camphor yang memiliki jumlah tertinggi yaitu sekitar 43,12%, diikuti oleh 1,8−cineole sebesar 34,27% dan borneol sebanyak 8,60%. Tidak seperti komponen lainnya di dalam minyak atsiri tersebut, camphor dan turunannya beberapa kali dilaporkan dalam artikel ilmiah mampu menunjukkan efek inhibisi pada enzim glukosidase yang juga menjadi target obat modern untuk diabetes. Analisa lebih lanjut dikembangkan untuk mengevaluasi potensi aktifitas antidiabetes dari komponen-komponen dalam minyak atsiri tanaman tersebut menggunakan pendekatan in vitro. Penelitian tersebut mendemonstrasikan bahwa campuran komponen senyawa di dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis memiliki aktivitas penghambatan pada enzim α−Amylase and α−Glucosidase. Enzim ini secara umum dikenal sebagai enzim yang membantu hidrolisis karbohidrat di dalam saluran cerna menjadi monomernya seperti glukosa sehingga siap diabsorpsi dan digunakan oleh tubuh. Penghambatan terhadap enzim-enzim tersebut dapat mengurangi pemecahan polisakarida sehingga mengurangi penyerapan glukosa ke sirkulasi sitemik yang artinya fluktuasi peningkatan glukosa darah setelah makan dapat dicegah atau dikurangi. Pada jalur mekanisme ini, secara klinis telah dikenal obat modern misalnya acarbose yang bekerja dengan menghambat enzim tersebut dan diresepkan bagi pasien diabetes. Hasil penelitian yang menunjukkan minyak atsiri Lavandula officinalis dapat memiliki aktifitas yang serupa tentunya akan membuka peluang pengembangan obat-obat baru dengan efikasi yang bisa saja lebih menjanjikan di masa yang akan datang. Lebih jauh, pada penelitian tersebut dilakukan juga penyelidikan terhadap aktivitas anti inflamasi secara in vitro yang mengungkapkan efek penghambatan minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis terhadap tirosinase dan lipoxygenase yang memiliki peran penting dalam progresi suatu penyakit khususnya yang berkaitan dengan proses inflamasi.

Penelitian lebih lanjut menggunakan pendekatan komputasional/in silico juga dilakukan Assaggaf dkk., 2024. Pendekatan dengan teknik komputasional ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisasi kinetika dan kemampuan ikatan dari masing-masing senyawa dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis kaitannya dengan adanya efek antidiabetes dan antiinflamasi. Senyawa (E)-Farnesene memiliki afinitas ikatan yang sangat kuat dengan α−Glucosidase, sementara itu senyawa Germacrene D menunjukkan kemampuan pengikatan tertinggi pada α−Amylase. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa komposisi multikomponen minyak atsiri Lavandula officinalis menjadi dasar mekanisme kerjanya pada konversi karbohidrat ke glukosa. Dalam hal antiinflamasi, analisis komputasional ini juga menunjukkan adanya afinitas pengikatan senyawa α-Cadinene yang luar biasa dengan tyrosinase dan lipoxygenase. Hasil ini menunjukkan adanya korelasi studi in vitro dan in silico yang memperkuat adanya potensi dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis dalam memberikan efek penghambatan pada diabetes dan proses inflamasi. Lebih lanjut, studi komputasional mengenai karakterisasi kinetik dan toksisitas menunjukkan hasil yang baik untuk senyawa-senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis.

Penelitian oleh Assaggaf dkk., 2024 tentu memberikan perspektif pengembangan opsi terapi diabetes melitus yang menjanjikan. Penelitian ini berhasil menunjukkan potensi penggunaan minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis dalam pengembangan obat baru yang menargetkan patofisiologi diabetes dan gangguan kesehatan yang melibatkan proses inflamasi. Selain itu, interaksi yang kompleks antara senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri tanaman Lavandula officinalis dan target protein yang terkait kondisi diabetes maupun inflamasi memberikan wawasan ilmiah baru bagi pengembangan penelitian kedepan guna memunculkan strategi terapi yang inovatif pada diabetes.

Penulis: Chrismawan Ardianto, PhD., Apt

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/exploring-the-antidiabetic-and-anti-inflammatory-potential-of-lav

Baca juga: Dua Senyawa Baru N’benzylidenebenzohydrazide (NBB) dan Turunannya sebagai Kandidat Obat Diabetes Melitus