Low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang krusial. Sekitar 577 juta orang terkena LBP dan secara global, LBP adalah penyebab utama kecacatan. LBP umumnya dikaitkan dengan degenerasi diskus intervertebralis yang mungkin ada pada lebih dari 90% orang, tetapi banyak dari mereka tidak memiliki tanda-tanda penyakit. Saat degenerasi terjadi, hal ini mengganggu kemampuan diskus untuk melakukan fungsi mekanisnya. Pada tingkat seluler, degenerasi diskus ditandai dengan peningkatan produksi enzim degradatif, peningkatan apoptosis, peningkatan ekspresi sitokin inflamasi, penurunan produksi matriks ekstraseluler, dan pertumbuhan neurovaskular. Mempertimbangkan kemampuan diskus intervertebralis yang terbatas untuk memperbaiki dirinya sendiri, terapi klinis yang ditujukan untuk regenerasi diskus tervertebral telah menjadi topik penelitian yang menarik. Salah satu terapi potensial tersebut adalah menggunakan sel punca mesenkimal (SPM) untuk regenerasi diskus intervertebralis. Beberapa penelitian yang dilakukan pada model hewan telah menunjukkan potensi efek regeneratifnya pada degenerasi diskus intervertebralis.
Sel induk adalah sel dengan kemampuan memperbaharui diri dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel khusus. Sel punca dapat dikategorikan menjadi embryonic stem cells (ESC), sel punca dewasa, dan induced pluripotent stem cells (iPSC). Karena keterbatasan ESC dan iPSC, perhatian besar diberikan pada MSC, yang bebas dari alasan etis dan masalah stabilitas genomik. SPM adalah sel induk dewasa yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi garis keturunan sel jaringan ikat termasuk tulang, IVD, ligamen, otot, dan lemak. SPM ada di hampir semua jaringan, tetapi jaringan sumber yang paling umum untuk SPM manusia adalah sumsum tulang dan jaringan adiposa. SPM juga dapat diambil dari sumber lain, seperti cairan sinovial, kartilago artikular, otak, jaringan gigi, darah tepi, kulit dan kulup, darah menstruasi, endometrium, plasenta dan membran janin, cairan ketuban, membran ketuban, dan tali pusar.
Sekretom adalah sekumpulan molekul yang dilepaskan oleh sel induk, termasuk sitokin, kemokin, faktor antiinflamasi, faktor pertumbuhan, dan bahkan protein yang dikirim oleh vesikel ekstraseluler. Komposisi sekretom dapat bervariasi tergantung pada perubahan lingkungan mikronya. Sekretom MSCs memiliki banyak mekanisme aksi seperti imunomodulasi dan aktivitas antiinflamasi, efek neurotropik dan neuroprotektif, aktivitas antiapoptosis, regulasi angiogenesis, dan kapasitas regeneratif. Sekretom dari SPM memberikan beberapa keunggulan dibandingkan terapi berbasis sel di bidang kedokteran regeneratif: (1) sekretom mengatasi masalah keamanan dan risiko yang terkait dengan implantasi SPM seperti kompatibilitas kekebalan, migrasi sel di luar tempat implantasi yang dapat mengakibatkan pembentukan osteofit atau emboli, dan tumorigenisitas; (2) sekretom dapat dievaluasi untuk dosis, keamanan dan potensi seperti agen farmasi konvensional lainnya; (3) penggunaan media kultur terkondisi dari SPM dapat mengurangi beberapa masalah yang dihadapi dalam aplikasi klinis sel punca, seperti keamanan, waktu, dan biaya, sehingga meningkatkan kemungkinan produksi massal; (4) dan terakhir, produk biologis dalam sekretom dapat dimodifikasi untuk efek spesifik yang diinginkan.
Sebagai kesimpulan, sekretom SPM lebih baik daripada SPM dalam beberapa aspek seperti keamanan, produksi, penyimpanan, umur simpan produk, dan potensinya sebagai agen terapi biologis yang tersedia. Potensi penggunaan sekretom SPM untuk regenerasi diskus intervertebralis dimediasi oleh kemampuannya untuk memodulasi ekspresi gen sel NP dan menstimulasi sel progenitor diskus intervertebralis untuk memperbaiki diskus yang mengalami degenerasi.
Penulis: Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa,dr.SpKK(K)
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
https://jurnal.ugm.ac.id/ijbiotech/article/view/63318
The potential of mesenchymal stem‐cell secretome for regeneration of intervertebral disc: A review article
Romaniyanto Romaniyanto, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Damayanti Tinduh, Hari Basuki Notobroto, Fedik Abdul Rantam, Dwikora Novembri Utomo, Heri Suroto, Ferdiansyah Ferdiansyah





