Universitas Airlangga Official Website

Potensi Stem Cells dalam Mengatasi Masalah Infertilitas pada Wanita

Foto oleh orami.co.id

Infertilitas pada Wanita dan Potensi Stem Cells

Sel punca didefinisikan sebagai sel yang tidak berdiferensiasi dengan kapasitas untuk berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis jaringan. Perbedaan mendasar antara sel punca pluripoten yang dihasilkan dari blastokista dan sel punca multipoten yang berasal dari organisme dewasa adalah jumlah jenis sel yang berdiferensiasi yang dapat diproduksi oleh sel punca pluripoten yang berasal dari blastokista.

Infertilitas sekunder mendefinisikan bahwa pasangan suami istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya, tetapi saat ini tidak dapat memiliki anak lagi setelah satu tahun aktivitas seksual rata-rata 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan kontrasepsi atau cara lain. Di Indonesia sendiri prevalensi infertilitas sekunder adalah ± 12% atau sekitar 3 juta pasangan menikah. Sementara itu infertilitas primer diketahui berada di angka 8-12%, di mana angka kejadian wanita dengan infertilitas sekunder di Indonesia sekitar 15% pada usia 30-34 tahun, meningkat 30% pada usia 35-39 tahun, dan meningkat 64% pada usia 40-44 tahun.

Metode dan Hasil Studi

Studi ini menggunakan teknik studi literatur online yang diperoleh dengan mengakses jurnal ilmiah nasional dan internasional serta artikel ilmiah terkait sel punca (Stem cell), infertilitas, wanita. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa teknik ini lebih dikenal dengan istilah ‘cloning’ dan hanya digunakan pada hewan berupa mencit, domba dan sapi dengan tujuan untuk menghasilkan hewan yang secara genetik dan fenotip lebih baik dari oosit induk donor itu sendiri. Namun, tidak menutup kemungkinan teknik ini diterapkan pada pasangan yang memiliki masalah dalam memiliki keturunan sehingga dihasilkan individu yang sehat secara genetik. Artinya, individu yang dihasilkan terlindungi dari kelainan bawaan yang tidak diinginkan, terutama pada pasangan yang lebih tua. Pada manusia, teknik ini dapat dikombinasikan dengan teknik IVF (In Vitro Fertilization) untuk menghasilkan zigot yang nantinya dapat dipindahkan ke rahim pasien atau melalui ibu pengganti.

Simpulan

Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat potensi sel punca (stem cell) dalam mengobati infertilitas pada wanita. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama uji praklinis dan klinis agar dapat diterapkan secara luas.

Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.phcogj.com/article/1766

Pharmacognosy Journal

2022 Pharmacognosy Journal

E- ISSN: 0975-3575