Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi wanita. Sayangnya, pengobatan kanker saat ini masih menghasilkan efek samping yang merugikan pasien sehingga pencarian bahan alternatif untuk mengobati kanker payudara terus dilakukan. Salah satu tumbuhan pesisir yang berpotensi besar dan menarik perhatian sebagai sumber senyawa metabolit dalam pengobatan yang efektif dan aman adalah daun siwalan (Borassus flabellifer).
Pada penelitian sebelumnya telah dilaporkan bahwa tanaman siwalan mengandung senyawa seperti flavonoid, tanin,saponin, alkaloid, karbohidrat, fenolik senyawa, terpenoid dan glikosida. Tumbuhan siwalan ini juga dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk sel kanker serviks pada pengujian in vitro. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kemungkinan aktivitas senyawa antikanker payudara yang terkandung dalam ekstrak etanol daun tanaman siwalan. Target protein yang dihambat adalah ErbB4 dengan pemodelan molekuler dan pendekatan QSAR. Rute penggunaannya secara per oral, sehingga perlu diketahui profil penyerapan dan ketersediaan hayati. Profil Druglikeness atau kemiripan obat dan prediksi ADMET dilakukan dengan program SwissADME dan pKCSM, sedangkan prediksi aktivitas dilakukan dengan program Operasi Molekuler Environment (MOE) versi 2022 pada target protein ErbB4 (PDB ID: 3BBT). Sebanyak 16 senyawa aktif berhasil diidentifikasi dengan instrumen UPLC QTof-MS/MS. Analisis kemiripan obat menunjukkan bahwa 6 senyawa memenuhi sifat fisikokimia yang sesuai untuk calon obat dan terdapat 10 senyawa dengan profil farmakokinetik yang menjanjikan dan tidak ada peringatan terkait toksisitas akutnya. Model HKSA sangat penting dalam memprediksi aktivitas biologis senyawa untuk menghubungkan struktur kimia suatu senyawa dengan aktivitas biologis melalui perhitungan statistik dan metode komputasi kimia. Persamaan regresi linier HKSA terbaik dari senyawa metabolit Borassus flabellifer adalah Log A = 0,071 LogP2 -0,115LogP – 0,010 BM – 3,584 (n=16; sig.=0.000; r=0.901; F=17,302; dan SE=0,8103). Persamaan ini dapat menjadi referensi dalam memprediksi aktivitas antikanker payudara secara in silico. Penelitian lebih lanjut (in vitro dan in vivo) sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi prediksi aktivitas senyawa metabolit dari daun siwalan menghambat pertumbuhan kanker payudara.
Laporan lengkap penelitian ini dapat dibaca pada J. Med. Pharm. Chem. Res. 7 (2025) 1568-1578. DOI: 10.48309/JMPCR.2025.475668.1410





