Universitas Airlangga Official Website

Prodi Bahasa dan Sastra Jepang FIB Hadirkan Booth Interaktif hingga Aksi Shodō dan Kendama oleh Native Jepang

Prodi Bahasa dan Sastra Jepang membuka booth interaktif dalam Habatake 2026 di Malang (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSProgram Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan dan Budaya Jepang HABATAKE kedua di tahun 2026 pada Sabtu (7/2/2026). Pameran pendidikan ini diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya yang diadakan di lapangan dan aula SMA Negeri 5 Malang. Berbeda dengan tahun sebelumnya, berbagai aktivitas baru yang menarik terselenggara. Seperti seminar pendidikan, cooking class, penampilan shodō dan kendo, booth yukata, hingga lomba karaoke dan Costreet (Cosplay Street).

HABATAKE 2026 kali ini juga menghadirkan berbagai lomba akademik baru bagi siswa SMA/SMK sederajat hingga mahasiswa perguruan tinggi di Jawa Timur. Seperti lomba hiragana-katakana dan cerdas cermat budaya Jepang bagi level SMA/SMK sederajat, serta photo caption bagi mahasiswa perguruan tinggi. Berbagai aktivitas yang terlaksana di area lapangan dan aula SMAN 5 Malang tersebut berhasil menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat. Terutama bagi para pelajar yang ingin menguji kemampuan bahasa Jepang mereka. 

Sebagai bagian dari pendukung acara dalam pameran pendidikan, Prodi Bahasa dan Sastra Jepang membuka booth interaktif bagi para pengunjung yang tertarik mengenal lebih dalam mengenai budaya Jepang dan FIB UNAIR. Booth tahun ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menuliskan harapan di tanzaku dan permainan tradisional kendama.

Koizumi Mitsuharu mengajak peserta bermain Kendama (Foto: Istimewa)

Tanzaku merupakan kertas panjang berwarna-warni yang digunakan untuk menuliskan doa atau harapan. Kemudian menggantungkannya di dahan bambu ketika festival Tanabata di Jepang. Permainan tongkat kayu tradisional Jepang yang menguji ketangkasan, kendama juga turut memeriahkan booth Prodi Bahasa dan Sastra Jepang. Banyak dari para pengunjung yang tertarik untuk mencoba menuliskan harapan di tanzaku dan bermain kendama tersebut. 

Di panggung area lapangan, Prodi Bahasa dan Sastra Jepang pada tahun ini juga menyuguhkan penampilan kaligrafi Jepang oleh Master Kaligrafi Shodō, Yabe Urara yang merupakan native Jepang UNAIR. Yabe Urara telah mempelajari seni ini sejak 14 tahun lalu dan telah meraih sertifikasi Master Shodō level 8. Dalam kesempatan kali ini Yabe Urara memberikan kesempatan kepada lima pengunjung untuk memilih kanji yang mereka sukai. Lalu ia akan menuliskannya dalam lembaran kertas washi berukuran panjang.

Koizumi Mitsuharu, yang juga merupakan salah satu native Jepang UNAIR turut memperkenalkan permainan kendama kepada para pengunjung di panggung. Permainan ini melibatkan peserta dalam aksi penuh ketangkasan dalam memegang dan mengayunkan tongkat, melempar dan menangkap bola, serta menancapkannya pada ujung tajam tongkat.  

Promosi booth dengan memperkenalkan Prodi Bahasa dan Sastra Jepang pada masyarakat luas menjadi komitmen utama FIB UNAIR dalam menyediakan akses dan informasi mengenai pendidikan yang inklusif dan merata. Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, quality education.

Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu, M.Hum.

Editor: Yulia Rohmawati