Luka diabetes ditandai dengan kerusakan jaringan tubuh akibat kurangnya suplai darah dan oksigen, diikuti oleh kematian jaringan yang disertai dengan mati rasa, nyeri, rasa dingin, dan pembengkakan. Luka ini umumnya timbul akibat cedera, infeksi, atau kondisi kesehatan lainnya, khususnya diabetes. Prevalensi global kaki dengan luka diabetik adalah 6,3% dan di antara semua amputasi pada pasien diabetes, 85% didahului oleh ulserasi kaki yang memburuk menjadi gangrene.
Biasanya, luka diabetes ditandai dengan kulit yang menjadi kering, mengeras, dan berwarna merah tua hingga hitam. Disfungsi pembuluh darah mikro dan makro, neuropati perifer, kondisi imunosupresi yang disebabkan oleh diabetes melitus, dan defisiensi faktor pertumbuhan, semuanya berkontribusi pada keterlambatan penyembuhan luka diabetik. Oleh karena itu, strategi terapi untuk meningkatkan penyembuhan luka dan memperbaiki sirkulasi darah. Terapi sel punca telah terbukti efektif dalam pengobatan ulkus kaki diabetes. Namun, sebagian besar terapi sel punca bersifat autologus, yang membuatnya tidak cocok untuk produksi skala besar.
Oleh karena itu, pendekatan alternatif, seperti formulasi sediaan topikal yang mengandung faktor pertumbuhan dan sitokin, seperti yang ditemukan dalam produk metabolit sel punca mesenkimal amnion (AMSC-MP) atau sekretom, sangat diperlukan. Sekretom merupakan metabolit yang berasal dari kultur sel, mengandung sitokin dan faktor pertumbuhan yang mendukung regenerasi kulit, sesuai untuk luka kronis, seperti ulkus kaki diabetik. Namun, karena ukuran molekulnya yang besar, sekretom tidak dapat menembus penghalang utama kulit, stratum korneum, secara efektif. Untuk mengatasi masalah ini, transfersom telah dikembangkan sebagai pembawa vesikular fleksibel yang mampu mengirimkan senyawa aktif melalui celah antar sel.
Tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga telah melakukan pengembangan produk gel transfersom dengan bahan aktif sekretom serta mengevaluasi sebagai produk terapi yang efektif dalam penyembuhan luka menggunakan model tikus diabetes dengan induksi aloksan. Hasil studi menunjukkan enkapsulasi sekretom yang tinggi pada transfersom yang memungkinkan penghantaran yang baik pada jaringan luka. Selain itu, studi pada hewan tersebut menunjukkan bahwa kadar 25% memberikan kontraksi luka yang paling tinggi serta peningkatan regenerasi jaringan, epitelisasi serta deposisi kolagen yang bagus pada luka diabetes. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gel transfersom dengan bahan aktif sekretom menunjukkan kinerja penyembuhan luka yang paling efektif dan menunjukkan potensi yang kuat sebagai strategi terapeutik untuk penyembuhan luka diabetes kronis.
Penulis: Andang Miatmoko, Ph.D., Apt.
Referensi:
Miatmoko, A., Dewangga, S. S., Handoko, K. K., Legowo, D., Purwantari, K. E., Susanto, J., Nurkanto, A., Purwati, Retnowati, D., Ahmad, M., & Soeratri, W. (2024). Transfersomal serum loading amniotic mesenchymal stem cells metabolite products with hyaluronic acid addition for skin regeneration in UV aging-induced mice. International journal of pharmaceutics, 667(Pt B), 124950. https://doi.org/10.1016/j.ijpharm.2024.124950





