Universitas Airlangga Official Website

Profil Klinis dan Terapi Dari Pasien Akne Vulgaris

Foto by Alomedika

Akne vulgaris (AV) adalah suatu penyakit kulit kronis yag disebabkan oleh banyak faktor. Secara garis besar terdapat 4 faktor yang dapat mempengaruhi munculnya AV seperti infeksi Cutibacterium acnes (C. acnes), inflamasi, peningkatan hormone androgen, dan penyumbatan kelenjar pilosebaseus. Menurut studi yang dilakukan oleh Global Burden of Disease (GBD) AV 85% muncul pada individu dewasa muda dengan usia sekitar 12- 25 tahun. AV memang lebih banyak terdapat pada laki- laki dengan usia remaja, sedangkan usia lebih tua didominasi oleh perempuan. Banyak studi yang mempelajari mengenai efek dari AV terhadap tingkat kualitas hidup pendertitanya.

Terapi AV disesuaikan dengan penyebabnya, umumnya terapi dikaitkan dengan 4 penyebab utamanya. Salah satu parameter untuk menilai drajat keparahan AV adalah klasifikasi AV Plewig dan Kligman yaitu derajat keparahan AV menjadi derajat 1, derajat 2, derajat 3, dan derajat 4. Plewig dan Kligman juga dibedakan berdasar jenis AV yaitu akne komedonal, akne papulopustular, derajat 1 sampai dengan derajat 4, serta akne konglobata. Pemberian antibiotik oral diberikan pada penderita AV dengan derajat sedang-berat (derajat 2, 3, 4 menurut klasifikasi plewig dan Kligman). Pada beberapa pusat kesehatan antibiotik oral diberikan setelah terapi topikal kurang memuaskan. Antibiotik oral tidak dapat digunakan sebagai terapi tunggal melainkan dikombinasi dengan terapi topikal, salah satunya adalah benzoil peroksida yang dapat meningkatkan efikasi dari antibiotik oral dan meminimalkan pertumbuhan C. acnes. Pilihan terapi antibiotik yang dipakai untuk mengobati AV adalah golongan siklin (tetrasiklin, minosiklin, doksisiklin, dan derivatnya), makrolid (eritromisin dan azitromisin), dan lincosamid (klindamisin).

Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan metode deskriptif observasional, mengambil data sekunder dari rekam medis pasien poli Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien AV dan terapi yang diberikan. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Chesia dkk dan dilakukan di poli kosmetik medik RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada periode 2017- 2019. Diharapkan dapat menemukan kasus baru, dengan manajemen terapi yang lebih baik pada penelitian ini, terapi yang dapat meningkatkan kesuksesan terapi dan juga meningkatkan kepuasan pasien.

Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa selama 3 tahun dari periode 2017- 2019 didapatkan 525 (1.1%) pasien baru AV dari 45.754 keseluruhan pasien baru yang datang di poli dengan detail pasien sebanyak 224 pasien (1.4%), 201 pasien (1.4%), dan 100 pasien (0.6%) di tahun 2017, 2018, dan 2019. Pasien baru yang datang di poli kosmetik kulit dan kelamin didominasi oleh pasien AV sebanyak 67.0%, 55.0%, dan 46.5% pada tahun 2017, 2018, dan 2019. Pasien dengan AV yang datang ke poli kosmetik kulit kelamin di dominasi oleh wanita jika dibandingkan dengan pria, yaitu sebanyak 129 pasien (57.6%), 159 pasien (79.0%), dan 64 pasien (64.0%) pada tahun 2017, 2018, dan 2019. Pada derajat keparan pasien AV baru yang dtang ke poli didapatkan Av dengan derajat 1 paling banyak dengan jumlah 164 pasien (73.0%) pada tahun 2017, 115 pasien (56.8%) pada tahun 2018, dan 65 pasien (33.0%) pada tahun 2019. Faktor resiko terbanyak pada AV ditemukan oleh karena hormonal.

Penulis: Dr.M.Yulianto Listiawan,dr.,Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/view/35128

Clinical Profile and Treatment of Acne Vulgaris Patients

Muhammad Yulianto Listiawan, Farah Meriana Fajrin, Rahmadewi, Afif Nurul Hidayati, Sawitri, Diah Mira Indramaya, Rebekah Juniati Setiabudi, Maya Wardiana