Universitas Airlangga Official Website

Profil Microbiome, Keradangan pada Ibu Hamil dengan Perawatan Ortodontik

Foto by Kompas Health

Menjaga kebersihan rongga mulut sangat diperlukan untuk mencegah berbagai masalah seperti karies dan penyakit periodontal selama dan setelah perawatan ortodontik. Tindakan menjaga kebersihan rongga mulut sangat penting untuk setiap perawatan ortodontik; tidak terkecuali pada wanita hamil. Selama tiga bulan, pemasangan ortodontik, terjadi peningkatan yang signifikan beberapa bakteri dalam rongga mulut seperti Porphyromonas gingivalis, Tannerella forsythia, Porphyromonas intermedia, Porphyromonas nigrescens, dan Fusobacterium spp.  

Selama kehamilan, wanita mengalami perubahan profil mikrobioma pada saluran pencernaan. Perubahan ini dapat dipengaruhi oleh nutrisi dan dapat mempengaruhi kesehatan janin. Namun, ini tidak hanya terjadi di usus; perubahan mikrobioma juga terjadi di rongga mulut. Pada trimester pertama dan ketiga kehamilan, ditemukan bahwa jumlah bakteri Porphyromonas gingivalis dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans meningkat secara signifikan dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Selain kedua bakteri tersebut, Candida albicans juga meningkat pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Streptococcus mutans menunjukkan peningkatan yang sama tetapi tidak signifikan pada trimester pertama dan tetap konstan hingga trimester ketiga. Perubahan komposisi bakteri dalam rongga mulut ini akan menciptakan suatu kondisi keradangan yang ditandai dengan meningkatnya mediator keradangan yang disebut interleukin 6 and tumor necrosis factor a. Tidak menutup kemungkinan bahwa pada kondisi hamil, seorang Wanita sedang menjalani perawatan othodontik, sehingga sangat beresiko pada status kesehatan rongga mulut dan terjadi keradangan serta perubahan profil microbiome.

Penelitian yang dilakukan saat ini adalah menganalisis profil microbiome dan indikator keradangan pada mukosa rongga mulut Wanita hamil yang menjalani perawatan ortodontik. Penelitian dilakukan pada salah satu rumah sakit khusus ibu dan anak. Ibu hamil yang menjadi sample memiliki usia rata-rata 30 tahun dengan usia kehamilan rata-rata 33 minggu. Keadaan umum kesehatan rongga mulut, ditentukan dengan oral hygine index, dengan nilai 1.6. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa profil microbiome, ditentukan menggunakan quantitative PCR dengan sample berupa specimen yang diswab dari mukosa pipi, sebagian besar didominasi oleh Streptococcus mitis strain 1042, Streptococcus mutants UA159, Streptococcus sp. strain C17, Streptococcus sp. strain D19, dan Lactobacillus fermentum. Ketiga bakteri ini merupakan flora normal rongga mulut. Tidak ada perubahan profile microbiome yang signifikan jika dibandingakn dengan ibu hamil yang tidak menggunakan orthodontic.

Indikator keradangan seperti tumor necrosis factor a mengalami peningkatan pada ibu hamil dengan perawatan orthodontic. Peningkatan indikator ini dalam saliva yang diamati pada sample penelitian ini dikarenakan adanya resiko akumulasi debris dan bakteri pada gigi, sehingga terjadi keradangan pada gusi maupun jaringan periodontal. Keradangan yang terjadi ini menyebabkan peningkatan produksi tumor necrosis factor a. sedangkan indikator keradanfgan yang lain yaitu interleukin 6, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan jhika dibandingkan dengan ibu hamil tanpa perawatan ortodontik.

Berdasarkan hal tersebut, satu hal yang penting untuk dilakukan pada masa kehamilan dan perawatan orthondtik adalah menjaga kesehatan rongga mulut.

Kebersihan mulut penting menjadi penting terutama pada wanita hamil dengan peralatan ortodontik, untuk mencegah karies, keradnagan gusi, dan periodontitis. Untuk menjaga kebersihan mulut, diperlukan beberapa strategi, antara lain penggunaan pasta gigi ber-fluoride dan obat kumur setiap hari. Dengan Penggunaan yang tepat menunjukkan penurunan risiko karies selama perawatan ortodontik

Penulis: Retno Indrawati Roestamadji

Tulisan lengkap kami dapat dilihat di:

Oral Microbiome Profiles and Inflammation in Pregnant Women Who Used Orthodontic Appliances. 2022. Dentistry Journal.

https://www.mdpi.com/2304-6767/10/7/118