Negara-negara ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations) mengalami peningkatan jumlah anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Dampaknya yang besar terhadap kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, membuat negara-negara ASEAN harus mengambil langkah yang lebih kuat untuk mengatasi masalah ini. Intervensi yang terfokus pada kelompok anak-anak dan remaja sekolah adalah tepat dilakukan untuk memulai upaya tersebut.
Sebuah review yang dilakukan oleh Rahmani dan Nadhiroh (2024), mengungkap berbagai studi tentang program gizi berbasis sekolah yang telah dilakukan oleh para peneliti di negara-negara ASEAN untuk memerangi obesitas di kalangan anak-anak dan remaja. Dari tujuh artikel yang direview, terungkap bahwa intervensi pendidikan gizi selama periode waktu tertentu berhasil meningkatkan skor pengetahuan tentang gizi. Namun, hal itu tidak selalu secara langsung berdampak pada perubahan perilaku, motivasi, dan pandangan
Program intervensi gizi berbasis sekolah yang terintegrasi masih belum banyak diterapkan di negara-negara ASEAN yang berpenghasilan rendah hingga menengah. Sebagian besar studi yang telah dilakukan sejauh ini merupakan studi percontohan dan belum digunakan di seluruh negeri. Namun, patut dipuji atas upaya untuk mendorong sekolah mengutamakan kesehatan dan gizi anak-anak dan remaja. Diperlukan lebih banyak studi dan penelitian berskala besar untuk mengetahui seberapa baik program-program ini bekerja.
Diceritakan dalam review tersebut, hal penting yang dapat membantu keberhasilan program gizi anak adalah keterlibatan orang tua. Banyak waktu yang dihabiskan anak-anak di sekolah, namun cara mereka makan sangat dipengaruhi oleh cara orang tua yang membesarkan mereka, budaya, dan nilai-nilai yang diajarkan dan diikuti di rumah mereka.
Diungkapkan dari review tersebut, pemerintah di negara-negara ASEAN harus membuat dan mendanai program gizi berbasis sekolah yang komprehensif, lebih dari sekadar mempromosikan kesadaran. Program-program ini harus menggabungkan intervensi berbasis bukti dan strategi pendidikan dengan penekanan kuat pada promosi kebiasaan makan yang sehat dan aktivitas fisik.
Selanjutnyam inisiatif ini harus dimasukkan ke dalam kurikulum, melibatkan guru, dan menyediakan sumber daya untuk kegiatan ekstrakurikuler, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan kesehatan siswa secara keseluruhan. Pemerintah harus memastikan bahwa intervensi gizi berbasis sekolah bukanlah upaya jangka pendek. Intervensi tersebut harus dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang, yang melibatkan pemantauan dan evaluasi yang berkesinambungan.
Penulis: Siti R Nadhiroh
Referensi: Rahmani, A., & Nadhiroh, S. R. (2024) Efforts Undertaken by Several ASEAN Countries to Address Childhood and Adolescent Obesity in School Based Programs:A Systematic Review. Amerta Nutrition, 8(1), 151–160.





